Polemik Kendaraan Lokal Mirip Mobil Buatan Cina

0

Indonesia boleh berbangga diri atas keberadaan mobil buatan anak bangsa bernama Esemka. Mobil yang memiliki pabrik di Boyolali, Jawa Tengah ini merupakan kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta yakni PT Solo Manufaktur Kreasi. Namun, banyak warga internet menyoroti kendaraan karya anak bangsa ini yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan salah satu merek asal Cina. Ya, tipe yang heboh dibicarakan netizen itu bernama Esemka Bima 1.2 L. Jika dilihat sepintas, mobil ini dari segi fisik maupun spesifikasi memang mirip dengan produk Tiongkok, Changan Star Truck.

Baru saja kendaraan ini diresmikan, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan kritikan keras atas karya anak bangsa itu. Bukannya komentar positif yang diberikan Fahri, tapi lebih ke nada sinis mengungkap kendaraan yang digadang-gadangkan karya lokal tersebut merupakan buatan Cina. Selaku pihak oposisi, Fahri kerap lantang bersuara terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak berdampak kepada rakyat Indonesia. Kali ini saya tidak sepakat dengan pendapat kader PKS tersebut. Bagaimana mungkin negara kita bisa maju jika karya hasil negara sendiri tidak diapresiasi oleh warga negara nya.

Belajar dari negara berkembang lainya, seperti India, Malaysia, dan Cina telah memiliki brand mobil ataupun motor kendaraan roda dua sendiri. Dan kendaraan itu dijual ke negara tetangga untuk dijual masa. Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan keberadaan brand Esemka.

Setelah adanya brand kendaraan lokal, akan meningkatkan rasa cinta tanah air kita terhadap bangsa dan negara ini. Bisa jadi, kita akan jadi produsen terbesar kendaraan roda empat untuk negara berkembang lainya.

Ke depannya, Indonesia akan menciptakan kendaraan jenis lainya seperti kendaraan listrik. Kendaraan ramah lingkungan pencegahan populasi udara. Semua ini dapat terwujud jika masyarakatnya mendukung pemerintah dalam mewujudkan itu semua.

Baca juga  KPU Papua Barat Rencanakan Debat Kandidat di Jakarta

Masalah infrastruktur untuk mobil listrik, seperti stasiun pengisi daya atau charging station bisa dibangun dan ditempatkan dengan ekosistem yang baik.

Kendaran tenaga listrik tentu sangat ditunggu-tunggu masyarakat tanah air. Terlebih, Ibu kota negara akan pindah ke daerah tingkat bencana kebakaran lahan dan hutan tertinggi. Sehingga butuh upaya agar pencemaran lingkungan di Ibu kota baru tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.

Tugas kita selain mensuport, masyarakat harus kompak dan bersatu agar adanya kesinambungan antara kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan berguna bagi orang banyak.

Oleh: Sultan Bagindo Ameh

Pegiat Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here