Politikus Gerindra: Survei Cuma buat Hibur Jokowi

0
51

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro menilai survei-survei yang dilakukan di era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) hanya untuk menyenangkan hati penguasa saja.

“Termasuk survei yang dilakukan oleh CSIS juga terindikasi kuat hanya untuk menghibur Presiden Jokowi,” kata Nizar di Gedung DPR, Rabu (13/9/2017).

Menurut dia, jika diamati sektor-sektor yang disurvei itu menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Misalnya, sektor ekonomi dimana terjadi penurunan daya beli. Kemudian, di sektor hukum sedang terjadi upaya pelemahan terhadap KPK.

“Dan di sektor maritim terjadi kelangkaan garam yang mengakibatkan negara harus mengimpor garam,” ujar Anggota Komisi V DPR ini.

Melihat fakta di atas, kata Nizar, maka menjadi aneh ketika dikatakan terjadi kenaikan kepuasan publik. Padahal, yang terjadi adalah ketidakpuasaan publik yang semakin meningkat.

Baca juga  Fahri Hamzah: Jokowi Dukung Pansus Angket KPK

“Sehingga tidak berlebihan jika mengatakan bahwa survei yang menyatakan terjadi kenaikan kepuasan publik sejatinya hanya untuk menghibur Jokowi,” jelas dia.

Untuk diketahui, hasil survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo terus meningkat sejak tahun 2015.

“Berdasarkan survei, elektabilitas Presiden Jokowi terus meningkat sejak 2015,” kata peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Arya Fernandes.

Survei ini dilakukan selama 23-30 Agustus 2017 terhadap 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Tanah Air, dengan tingkat kesalahan atau margin of error kurang lebih (+/-) 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil paparan, elektabilitas Jokowi pada 2015, 2016, 2017 berturut-turut 36,1 persen; 41,9 persen; dan 50,9 persen. Elektabilitas ini lebih tinggi dibandingkan rival terdekat Jokowi yakni Prabowo Subianto.

Baca juga  Sudah 78 Kepala Daerah Ditangkap KPK, Mendagri Diminta Mundur

CSIS merekam elektabilitas Prabowo cenderung mengalami stagnasi dalam tiga tahun tersebut, masing-masing, 28 persen; 24,3 persen; dan 25,8 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here