Caleg PDIP Mau Laporkan SBY ke Polda Riau, Demokrat: Kami Punya Bukti Valid

0
Politisi PDI P: Bakal Laporkan SBY ke Polda Riau 'Buntut' Insiden Pengrusakan Baliho dan Atribut

PolitikToday-Caleg dari Partai PDI P untuk DPR RI Kapitra Ampera bakal melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat ke Polda Riau. Pelaku pengrusakan telah ditangkap dan sedang diproses oleh kepolisian Polda Riau.

Pengrusakan atribut Partai Demokrat oleh tim suruhan dihari kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pekanbaru, Sabtu 15 Desember 2018 diduga ulah dari orang-orang PDI P.

Dalam konfrensi pers Kapitra beberapa kali menyinggung nama SBY, bertempat di Sultan Resto Pekanbaru, Sabtu malam. Kapitra Ampera pun bakal menindak lanjutinya dengan melapor.

“Saya akan laporkan Susilo Bambang Yudhouono (SBY) ke Polda Riau malam ini,” katanya beserta sekretaris DPD PDI P Saprudin Poti, Rusli Ahmad selaku wakil ketua DPD PDI P Provinsi Riau, dan Zukri Misran.

Alasannya, pelaporan SBY ke Polda Riau oleh timnya terkait dugaan pencemaran nama baik. Ia juga menyatakan ada atribut partainya yang juga hilang disejumlah titik, dimana sudah terpasang sebelumnya.

“Ini tudingan terhadap kami (PDI P), dia menuding ke partai kami, padahal penegak hukum belum memastikan seperti apa,” tukasnya, ia juga berprofesi sebagai pengacara.

Terkait, Kadiv Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku tidak akan menanggapi serius tindakan Kapitra Ampera. Ia hanya mengingatkan Kapitra agar jangan sampai salah dalam berbuat.

Baca juga  SBY Dipastikan tak Hadiri Debat Capres/Cawapres Perdana

“Saya tidak tahu, Kapitra sedang ngigau mungkin habis minum air apa mungkin, pikirannya kok jadi seperti, saya menyayangkan dia praktisi hukum, tidak ada Pak SBY menuding (pelaku pengrusakan) kami hanya mengadu kepada Tuhan yang maha kuasa, “ujar Ferdinand, Minggu (16/12/2018).

“Jangan sampai ketabrak tembok (Kapitra), Karena kami ada bukti kunci rekaman percakapan ini sangat valid,” tegasnya.

Ferdinand kemudian mengatakan tidak perlu menanggapi serius pengacara (Kapitra) tersebut. Sebab semua orang juga sudah tahu siapa Kapitra.

“Saya pikir Kapitra ini tidak perlu ditanggapi serius ya karena dia cari sensasi dan panggung apalagi dia nyaleg di Riau. Kami anggap lucu- lucuan saja,” ujarnya.

Sementara terkait pelaku perusakan diakui Ferdinand memang arahnya kepada penguasa, apalagi ada saksi yang menyebut nama seorang kader bahkan pimpinan ranting partai penguasa.

“Kita menemukan informasi dan ditelusuri, dari hasilnya patut diduga ada kaitannya dengan kekuasaan dan penguasa. Itu informasi yang didapat di lapangan,” ujar Ferdinand.

Bahkan pihaknya juga memiliki data lengkap hingga rekaman percakapan perusakan atribut Partai Demokrat tersebut, semuanya diduga mengarah pada kekuasaan dan penguasa.

Pihaknya juga meminta aparat penegak hukum untuk menempatkan hukum dengan adil karena saat ini muncul ke permukaan jika pelaku perusakan diintimidasi saat ditangkap oleh orang Demokrat agar mengakui penyuruh mereka adalah partai penguasa.
“Kami jelaskan tidak ada dipaksa dan itu pengakuan dari pelaku, makanya kami minta agar penegakan hukum juga tuntas, ” kata Ferdinand.

Baca juga  PSI Laksana Sibungsu Doyan Snack

Sebelumnya kedatangan SBY dan Rombongan Partai Demokrat dalam rangka Pelantikan DPC se Riau dan bertatap muka sekaligus berdialog dengan masyarakat Pekanbaru. Di hari yang sama dengan kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat dari LAM.

SBY melihat secara langsung banyak pengrusakan baliho dan atribut sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, ada juga bendera Partai Demokrat yang dibuang ke dalam parit.

Pihak polisi telah mengamankan satu orang terduga pelaku perusakan tersebut berinisial HS dan masih ada 34 orang lainnya yang masih dalam pencarian. Dalam pengakuan sementara dari HS bahwa dia dan temannya disuruh oleh orang dari PDI P.

Untuk proses hukum lebih lanjut, HS langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk dimintai keterangannya oleh penyidik Satreskrim.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here