Poros Baru 2024: Tiga Partai Pelahir Tokoh Bangsa

0
Sistem demokrasi yang menjadi model politik pemerintahan Indonesia telah menjadikan Indonesia menjadi negara demokratis dalam kemajemukan

Sistem demokrasi yang menjadi model politik pemerintahan Indonesia telah menjadikan Indonesia menjadi negara demokratis dalam kemajemukan. Hal ini terangkum dalam satu kata Bhinneka Tunggal Ika. Menjadi kekuatan bersama untuk pengikat berbagai suku bangsa, agama, ras. Hal ini menjadi modal yang mesti bertumbuh dan tidak menjadi sumber perpecahan.

Dalam sistem demokrasi menghendaki adanya saluran politik bagi masyarakat. Dan hal itu berada pada partai politik. Partai menjadi bagian dari pembentukan pemimpin bangsa dan kepala negara. Dalam sejarah partai di Indonesia, belum banyak partai yang mampu dan sukses untuk melahirkan tokoh bangsa dan menempatkan posisi puncak berupa Presiden republik Indonesia.

Dan hal ini menjadi dasar pertimbangan dan penilaian terhadap kemampuan partai menjadi katalisator dan inisiator. Tanpa kemampuan menjadi katalisator dan inisiator melahirkan tokoh bangsa, maka partai kehilangan jalur untuk mendapat kepercayaan masyarakat dan keberlangsungan partai menjadi tumpuan bagi pelahir tokoh bangsa.

Sejarak era reformasi bergulir, baru ada tiga partai yang mampu menjadi pelahir tokoh bangsa dan menempatkan menjadi Presiden Republik Indonesia. Ketiga partai tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai berbasis nasionalis, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai berbasis religius dan Partai Demokrat (PD) sebagai partai yang memadukan nasionalis religius.

Presiden Abdurrahman Wahid, Presdien Megawati Soekarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tokoh bangsa yang memiliki sejarah masing-masing. Lahir dari konsepsi arus pemikiran dan ideologi yang berbeda.

Pada sisi nilai dan pemikiran nasionalis yang menjadi landasan PDIP. Pada sisi nilai dan pemikiran regilius menjadi acuan bagi PKB. Sedangkan penggabungan dan perpaduan dalam sisi nilai dan pemikiran ada pada Partai Demokrat.

Baca juga  Dengar Djarot Tidak Tahu Ada Lahan Negara Jadi Mal, Anies Tertawa Geli

Menelaah lebih lanjut, sisi nasionalis dan religus menjadi katalisator yang mampu menjaga keberadaan ketiga partai untuk tetap menjadi barometer pelahir tokoh bangsa. Sebab, tidak mengambil titik ektrim yang berseberangan dengan multi etnis dan multi agama.

Ikatan nasionalis bagian dari kesatuan bangsa yang mengikat sisi kesamaan bertanah air satu tanah Indonesia, berbangsa satu berbangsa Indonesia. Sedangkan pada sisi religus menjadi pengikat perbedaan agama dan kepercayaan. Menjadi sisi yang mampu menjaga keterbubungan pada sisi pengamalam agama.

Dan partai yang akan tetap menjadi bagian pelahir tokoh bangsa pada pemilu 2024 nanti, tidak terlepas dari nilai dan pemikiran nasional dan religius. Partai Demokrat, PKB dan PDIP menjadi satu kerangka poros yang telah mampu mengimplementasikan nilai nasional dan religius di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Nilai nasionalis dan religius mampu menjadi penyatu perbedaan tanpa mesti menjadikan sebuah identitas tunggal dan mendominasi dengan menyingkirkan minoritas dan identitas. Oleh: Mulawarman Sikumbang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here