Prabowo Klaim Menang 54,91%, Data KPU Sebut Jokowi Unggul 56,24%

0
Survei Indomatrik: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Hanya Selisih 3 Persen
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh nomor urut 01, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh nomor urut 02. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.

PolitikToday – Perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin semakin jauh meninggalkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Selisih suara keduanya kian melebar, yakni mencapai 15,74 juta suara.

Berdasarkan situs penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi mengantongi 56,24% suara atau 70.965.692 suara. Sementara Prabowo di 43,76% dengan perolehan 55.222.328.

Hingga pukul 08.45 WIB perhitungan real count KPU ini sudah mencapai 82,39% dari total Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 670.087 TPS dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

Menurut data KPU, keunggulan Jokowi setidaknya ada di lima provinsi kunci, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Di lima provinsi ini, Jokowi mampu membungkam suara pendukung Prabowo hingga telak, kendati kubu Prabowo-Sandi juga unggul di beberapa wilayah.

 Kemarin, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato penutup simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019″ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, kembali mengkritik pelaksanaan Pemilu 2019. 

Saat menyampaikan pidato, Prabowo mengatakan demokrasi adalah jalan terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tetapi kita melihat dan merasakan, dan memiliki bukti, kita mengalami rekan-rekan kita, pejuang kita, kita mengalami pemerkosaan demokrasi di republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu kembali mengklaim dirinya telah memenangkan Pemilu Presiden 2019.

“Setelah kita memperhatikan dengan seksama dan mendengar dan meyakinkan diri kita, rakyat kita, bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat,” ujarnya.

“Kalau kita menyerah, berarti kita menyerah pada ketidakadilan itu artinya kita berkhianat pada negara, bangsa, rakyat. Kita berkhianat pada pendiri bangsa Indonesia. Itu artinya kita berkhianat pada puluhan ribu orang yang gugur mendirikan bangsa ini,” imbuhnya.

Baca juga  Hakim Tolak Gugatan Pra Peradilan Hary Tanoe

Laode Masihu Kamaluddin, Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno mengungkapkan data hasil perhitungan yang dilakukan timnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandi perolehan suara berbasis C1 telah terkumpul dari 444.976 TPS atau 54,91% dari 810.329 TPS.

Jokowi-Maruf Amin memperoleh 44,14% suara atau 39.599.832 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24% atau 48.657.483 suara.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here