Puan Datang ke Cikeas, Demokrat dan PDI-P Makin Mesra?

0

Tidak ada yang menduga sebelumnya, pada saat Peringatan 40 Hari Wafatnya Ny. Ani Yudhoyono yang merupakan Mantan Ibu Negara Presiden RI ke Enam Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas pada 10 Juli silam, Puan Maharani menyempatkan diri dan ikut bertahlil di acara yang dihadiri oleh banyak tokoh nasional tersebut.

Kehadiran Puan yang merupakan putri dari Presiden RI ke Lima Megawati Soekarno Putri semakin menguatkan anggapan dan harapan publik bahwa telah terjadi rekonsiliasi antara dua negawarawan yang sudah sama sama sepuh yaitu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya, pada upacara pemakamanan Ani Yudhoyono pada tanggal 2 Juni silam di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta Selatan, Megawati juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga besar SBY. Mega menyempatkan diri datang dan bahkan terlihat menitikkan air mata sebagai penanda bahwa duka ikut terasa.

Momentum itu menjadi sangat istimewa dan menyisakan banyak perbincangan perbincangan dari berbagai kalangan. Kedatangan Megawati ke Kalibata serta hadirnya Puan di Cikeas membuka harapan dimasa datang akan sebuah silaturahmi yang lebih baik bagi kedua kubu yang sudah lama tidak terjalin.

Banyak kalangan pula berharap kedatangan kedua tokoh sentral PDI-P itu menjadi lembaran baru bagi hubungan yang lebih akrab dengan SBY dan Partai Demokrat. Dari pihak PDI Perjuangan sendiri hal yang sama juga diungkapkan para elit politik mereka.

Sebelumna, berbagai cara sudah pernah dilakukan untuk mencairkan kebekuan komunikasi antara SBY dan Megawati. Bahkan mendiang Taufik Kiemas berulang kali menggagas upaya tersebut namun selalu gagal. Selama sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden, sampai saat ini upaya itu terus dilakukan.

Makanya, saat peringatan 40 hari wafatnya Ani Yudhoyono yang berlangsung di Cikeas pada Rabu pekan lalu menjadi titik baru yang lebih baik dalam perkembangan hubungan antara kedua tokoh yang pernah sama sama menjabat sebagai Presiden tersebut.

Baca juga  Bukit Hambalang, Nasibmu Kini Di Tangan Rezim Opini

Momentum ketika SBY bertemu, bersalaman, dengan Megawati di TMP Kalibata diunggah banyak akun akun di sosial media dan menjadi foto paling banyak dikomentari dan dijadikan sebagai penanda perdamaian. Peristiwa itu diharapkan dapat menjadi momentum pendewasaan demokrasi di Indonesia.

Sebenarnya, diantara SBY dan Jokowi terdapat beberapa kesamaan platform politik. Karena itu tidaklah sulit untuk menerima PD masuk kedalam Koalisi Indonesia Kerja ditambah dengan sudah semakin membaiknya hubungan atara elit PD dan elit PDI-P.

Jika PD memang akhirnya merapat ke Jokowi maka diyakini itu akan menjadi penambah kekuatan bagi Jokowi untuk lima tahun terakhir dan tentu saja berdampak politik yang besar stabilitas politik dimasa depan. Demokrat tentu saja akan menjadi penopang baru bagi koalisi Jokowi baik di parlemen maupun dalam berbeda.

Oleh Burhanuddin Khusairi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here