Ranah Minang Berduka, Raja Alam Pagaruyung Tutup Usia

0

PolitikToday – Kabar duka dari Ranah Minang, Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung, Rajo Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam,  Kamis 1 Februari 2018 sekira pukul 19.55 WIB, menghembuskan nafas terakhir di RSUP M Djamil Padang.

Taufik yang merupakan Raja dari Kerajaan Pagaruyuang yang berpusat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat itu, meninggal pada usia 69 tahun. Ia sempat dirawat intensif di RSUP M Djamil Padang sejak 8 Januari 2018 akibat mengidap penyakit paru-paru.

Salah satu petinggi Istana Silinduang Bulan, Syafnir Paduko Siramo, jenazah Taufik, kemarin malam di bawa ke Pagaruyuang untuk disemayamkan.

“Untuk pemakaman, direncanakan akan diselenggarakan pada selesai Salat Jumat,” kata Syafnir Paduko Siramo, Kamis malam 1 Februari 2018.

Kabar duka ini sudah di siarkan baik ke kerabat di pagaruyuang, di Kabupaten dan Kota lainnya di Sumatera Barat, hingga ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Diketahui, Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Siti Rahmah Oesman serta dua orang anak yakni, Sutan Emir Hidayat dan Sutan Arif Budimansyah. 

Sosok Taufik Thalib

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang datang melayat bersama Istri menyampaikan rasa duka dan prihatin yang mendalam atas meninggalnya tokoh masyarakat, tokoh adat dan pewaris dari kerajaan Pagaruyuang tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar dan keluarga secara pribadi mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam. Kami merasa sangat kehilangan, mari kita doakan beliau agar diterima disisi Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Irwan, sosok Rajo Sutan Muhammad Taufik Thaib dikenal sangat arif dan sangat memahami adat dan budaya Minangkabau. Setiap mengatasi berbagai persoalan, Irwan menilai Almarhum selalu mampu menyelesaikannya dengan suasana yang sejuk. Almarhum memiliki cara pendekatan yang berbeda dalam mengatasi persoalan yang ada.

Tak hanya itu bagi Irwan, Taufik Thaib juga merupakan sesepuh yang sangat mengenal apa yang ada di Sumatera Barat, khususnya etnik Minangkabau. Bahkan, dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimilikinya, Almarhum selalu mampu memberikan pencerahan dalam pendekatan budaya. 

“Sekali lagi kita sangat merasa kehilangan.  Untuk keluarga yang ditinggal agar sabar dan tabah dengan musibah ini, kita semua merasa kehilangan. Mudah-mudahan banyak contoh suri teladan beliau yang bisa diteruskan oleh generasi penerus,”tutup Irwan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim menyebutkan, semasa hidup, almarhum sangat berjasa dalam hubungan kerja sama antara Sumatera Barat dengan Malaysia. 

“Peran Almarhum dalam menjadi Raja Pagaruyuang sangat berpengaruh. Salah satunya hubungan Sumbar dengan Malaysia,”ungkapnya.

Malaysia lanjut Hendra, selalu tertarik dengan semua kegiatan yang selama ini Almarhum laksanakan. Bahkan, berkat beliau juga hubungan ikatan batin antara Sumbar dengan Malaysia sangat dirasakan.

Tak hanya itu saja, Taufik semasa hidup juga sangat gemar berorganisasi. Bahkan sempat menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). 

“Almarhum sangat dibanggakan oleh pemuda Sumbar, dan kita semua sangat merasa kehilangan,”tutupnya.

(raf)

Baca juga  JAKI Minta Klarifikasi Panglima TNI Soal Pengacau Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here