“Sepuhan Kuas” Sang Maestro SBY

0
245
“Sepuhan Kuas” Sang Maestro SBY
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, politiktoday.com

Surau kali pada saat bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pernah saya sampaikan di dunia politik kontemporer Indonesia (pasca Reformasi khususnya), Pak SBY ini makomnya sudah di level “seniman politik”. Satu “goresan kuasnya” saja sudah bisa memberi dampak dan jadi pembicaraan. Bukan lagi sekedar politisi biasa, namun jenius politik. Dan di Rapimnas kemarin, kita dan publik Indonesia kembali melihat dan mendapat sajian “karya seni politik” yang sangat indah dan berkelas.

Menurut saya, Rapimnas kemarin adalah puncak dari keindahan seni politik yang pernah ada di Indonesia. Halus, namun impactnya menggoyang semua lini. Semua partai sampai harus melakukan rapat mendadak untuk membahasnya. Dan beramai-ramai memberikan tanggapannya ke publik. Dan semua partai malah jatuhnya jadi pengamat. Padahal mereka adalah pemain bolanya. Pemain yang sebenarnya juga terjun langsung dilapangan politik. Namun 3 hari ini, jatuhnya jadi pengamat semua. Dengan masing-masing tafsirnya.

Rapimnas kemarin, ibarat pertandingan bulu tangkis, tanpa “smash” sama sekali. Tapi permainan bola-bola netting didepan net-nya itu lo yang mendebarkan, saking halus dan indahnya. Dan membuat setiap penonton menunggu, kira-kira bola akan jatuh dimana. Sebelum betul-betul dimana jatuhnya “bola” ketahuan, pertandingan ditutup. Penonton menjadi riuh. Sehingga yang terjadi kemudian, semua penonton terpaksa harus menebak-nebak sendiri hasilnya. Termasuk kita sendiri kaderpun ikut menebak. Akhirnya setiap orang membuat analisinya sendiri.

Ini ibarat karya seni dimana setiap orang punya tafsir sendiri ketika memandangnya. Tidak ada tafsir tunggal terhadap hasil karya lukis seorang maestro. Tiap orang bebas punya pandangan sendiri. Dan bahkan, semakin banyak polemik, pembicaraan dan pandangan terkait pesan yang terkandung dalam karya seni tersebut, itulah membuatnya malah semakin mahal.

Baca juga  Bawaslu: Pertemuan KPU dengan Sekjen PSI Tak Pantas Dilakukan

Belum selesai pembahasan hari pertama, masuk hari kedua. Dimana mas AHY Pidato. Inilah puncaknya. Membuka mata semua orang mengenai potensi anak muda satu ini untuk memimpin Indonesia. Belum lagi Rapimnas hari pertama selesai dibahas, jadilah lagi Rapimnas hari ke-2 ini menjadi pembahasan baru di publik.

“Bukan lagi sekedar AHY cocok jadi Wapres Jokowi kata orang, tapi malah muncul juga suara-suara dan analisa, jadi alternatif calon Presiden penantang Jokowi pun AHY ini sudah cocok”. Karena dari sudut “content”, pidato AHY kemarin memang berhasil memotret keadaan Indonesia hari ini secara tepat. Serta didalamnya sekaligus menawarkan solusi dan program untuk menyelesaikannya. Bukan sekedar kritik, namun dibarengi solusi. Karena disampaikan anak muda, malah nilainya ternyata menjadi lebih mahal di mata publik. Apakah AHY akan menjadi Calon Presiden atau Wakil Presiden, sepenuhnya mari kita serahkan pada jalan sejarah. Penting melalui pidatonya di Rapimnas kemarin kita tau, dia terus mempersiapkan dirinya, jikalaulah nanti panggilan sejarah itu akan tiba untuk memintanya.

Pasca Rapimnas kemarin, saya sepenuhnya yakin, bukan lagi kita yang akan capek mendatangi orang, tapi orang yang akan antri ingin bertemu Demokrat, Pak SBY dan AHY.

Baca juga  Syahri Mulo Serahkan Diri ke KPK

Empat bulan menuju 10 Agustus memang pendek. Tapi ibarat pertandingan bola, bola Demokrat sekarang sudah tidak dibelakang lagi, tapi sudah ditengah lapangan. Tinggal bersama kita sekarang terus menggiring bola ini sampai ke ujung gawang, dan mencetak GOLL. Apakah goll-nya karena tendangan pinalti, sundulan kepala, tendangan bebas, umpan dari sayap, sepakan pojok, atau bahkan lawan sendiri yang membuat gol bunuh diri, penting GOLL. Mari kita tunggu! Tapi keyakinan saya perjuangan kita ini pasti akan berujung Goll. Kalau tidak gawangnya kita angkat sekalian, biar semua tidak bisa buat goll.

Terimakasih Rapimnas, dari panggungmu, kau telah memulihkan kembali keunggulan kami sebagai sebuah Partai. Semoga Bapak Ketum Pak SBY, Bu Ani, mas AHY dan Mas Ibas sehat selalu. Dan kita semua kader Demokrat juga dilimpahi kesehatan.

“Apakah AHY akan menjadi Calon Presiden atau Wakil Presiden, sepenuhnya mari kita serahkan pada jalan sejarah. Penting melalui pidatonya di Rapimnas kemarin kita tau, dia terus mempersiapkan dirinya, jikalaulah nanti panggilan sejarah itu akan tiba untuk memanggilnya”.

Oleh Jansen Sitindaon (Politisi Partai Demokrat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here