Ratna Sarumpaet Keberatan Polisi Jadi Saksi di Persidangannya

0
Fahri: Kebohongan Ratna sarumpaet Bisa Untungkan Prabowo

PolitikToday – Aktifis Perempuan Ratna Sarumpaet yang kini duduk sebagai terdakwa dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menyatakan keberatan dengan saksi dari unsur kepolisian yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus dugaan penyebaran kebohongan yang dilakukannya. Ratna menegaskan ia tidak bisa menerima sikap Jaksa yang menghadirkan aparat kepolisian sebagai saksi.

“Untuk saksi polisi kami keberatan, karena pelapor dan penyidik,” ujar salah satu kuasa hukum Ratna Insank Nasruddin di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Menurut Insank, kehadiran saksi dari unsur kepolisian berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena kesaksian dari pihak penyidik dan pelapor tersebut berpotensi tidak objektif.

“Menurut hemat kami kesaksian sangat bertentangan dan terjadi conflict of interest dengan kesaksian. Kami nilai kesaksian akan lebih mementingkan pekerjaan, dan akan menjadi subyektifitas,” katanya.

Sementara itu menanggapi keberatan yang disampaikan kuasa hukum Ratna, JPU menjelaskan penunjukan pihak kepolisian sebagai saksi sudah sesuai aturan.

“Sebagaimana telah disampaikan, bahwa salah satu fungsi kepolisian sebagai penyelidik. Jadi ketika tahu ada hal-hal yang tidak sesuai aturan hukum mereka sesuai dengan aturan. Jadi mereka juga mengetahui tindak pidana dan melapor,” ujar JPU.

Hal itu diamini Majelis Hakim. Hakim menilai saksi mengetahui tindak pidana yang dilakukan Ratna. Saksi dari unsur kepolisian itu pun akan diperiksa di bawah sumpah.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, JPU mendakwa Ratna dengan Pasal 14 ayat 1 UU Peraturan Hukum Pidana karena dianggap telah menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran.

Kemudian untuk dakwaan kedua untuk Ratna adalah pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). JPU menilai Ratna telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Baca juga  Menuju Banten 1 Tak Kalah Sengit dari DKI 1

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here