Rekonsiliasi Bangsa, Yang Dibully Lalu Diteladani

0
Prabowo Subianto, Jokowi Widodo dan Agus Harimurti Yudhoyono

PolitikToday – Rekonsiliasi mantan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (13/7/2019) ditanggapi negatif oleh pendukung setia paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kekecewaan juga merambah jejaring sosial. Banyak warganet yang ‘menyerang’ akun Twitter resmi Partai Gerindra @Gerindra, Prabowo serta kader-kader Gerindra lainnya. Umumnya mereka mengaku tidak menduga Prabowo bakal bertemu Jokowi.

Gerindra beralasan Prabowo memutuskan rekonsiliasi karena tidak ingin ada korban dari rezim yang sedang berjalan. Gerindra juga mengaku meskipun rekonsiliasi berlanjut, Prabowo tetap akan memperjuangkan hak rakyat Indonesia.

“Pak @prabowo diundang untuk mencoba MRT oleh jokowi. Sebagai warga negara yang baik Pak @prabowo ketika mendapat undangan dari kepala negara sebisa mungkin tentu akan hadir, apalagi jika menyangkut kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” sebagaimana tertulis di akun Twitter @Gerindra, Sabtu (13/7/2019).

Politikus Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan hal senada. Ia menyebut pertemuan Jokowi dan Prabowo murni pertemuan dua sahabat. Tanpa ada iming-iming jabatan politik.

“Pak @prabowo bertemu dengan pak @jokowi demi Indonesia Guyub, demi membebaskan Ratusan Pendukung yg masih di tahan, demi menyesaikan masalah yg masih mendera Ulama dan tokoh2 pendukung 02. Bukan krn iming2 jabatan,” cuit Andre di akun Twitter @andre_rosiade, Minggu (14/7/2019).

Buka Pintu Rekonsiliasi, AHY ‘Dihabisi’

Bantahan Gerindra mendapat beragam respon dari warganet. Salah satunya Ossy Dermawan yang mengingatkan bahwa Andre pernah mem-bully Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika menerima undangan pertemuan dengan Jokowi.  

“Mari kita maafkan mslh bully @andre_rosiade kpd @AgusYudhoyono yg bertemu Jokowi bbrp wkt lalu sblm Prabowo juga turut melakukannya. AHY punya nilai & prinsip dlm mengambil suatu keputusan. Walau bully-an hrs dihadapi wkt itu. Namun percayalah, emas akan tetap menjadi emas,” tulis Ossy melalui akun Twitter @OssyDermawan, Minggu (14/7/2019).

Baca juga  Jokowi Teken Perpres Penggunaan Tenaga Asing

Hal senada juga disampaikan Titta Andrie. Ia menuding Andre telah melakukan pembusukan karakter pada AHY dan Partai Demokrat.

“Gue jg bilang ape. Selama ini kita diam. Publik tahunya PD yg abu² krn si Andre selalu menggiring opini pembusukan kpd AHY dan PD. Makanya loe mending mingkem dech sblm semakin dibongkar kebusukannya. Enak loe ye mau putar balik fakta, menghina AHY & PD, apa kita mau diem aja?” tulisnya di akun @Indonesia_2019, Senin (15/7/2019)

Sebelumnya Andre memang getol mengkritik langkah-langkah AHY yang coba memulai rekonsiliasi bangsa pasca pemungutan suara Pemilu 2019. Andre bahkan menuding AHY sebagai bangsawan politik karena bersedia memenuhi undangan pihak-pihak yang dilabelinya sebagai pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Saya bukan bangsawan politik, tapi saya ingin mengkritik seorang ‘bangsawan politik’ yang saya anggap mengambil kebijakan zig-zag dan bermanuver di saat proses pemilu ini belum selesai,” kata Andre kala itu yang ditujukan untuk mengomentari sikap putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Atas nama pribadi, AHY memang pernah menerima undangan Presiden Jokowi di Istana Negara. AHY juga menghadiri “Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia” yang digagas oleh politisi muda lintas parpol untuk mengendurkan tensi politik di tanah air. Pada perayaan Idul Fitri, AHY dan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono diketahui bersilaturahmi dengan keluarga para mantan Presiden RI.

Namun sejatinya AHY sudah menyerukan pentingnya rekonsiliasi bangsa jauh sebelum hari pemungutan suara Pemilu 2019. AHY membaca polarisasi Pilpres sudah mulai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Setelah Pemilu, lakukan rekonsiliasi dan jangan sampai memperpanjang polemik, terlebih selama ini terlibat konflik yang berakibat perseteruan,” ujarnya di sela pidato politik Partai Demokrat bertema “Indonesia untuk Semua” di DBL Arena Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019).

Baca juga  Pemanggilan Sylvi Kental Aroma Politik, AHY: Ada Upaya Mendiskreditkan Kami

Tak ayal AHY ‘diserang’ habis-habisan oleh barisan ‘kampret’. Selain dituding pengkhianat, AHY juga difitnah oleh buzzer politik dengan cara memalsukan nama sahabat Nabi yang berjihad di perang Uhud.

Ketika itu viral meme kisah Amir Huzaini Yasrib disebut tewas karena turun dari Bukit Uhud untuk mengambil harta rampasan perang, yang akhirnya malah membuatnya terbunuh musuh. Nama Amir Huzaini Yasrib sengaja disingkat menjadi AHY. Tujuannya untuk ‘membunuh’ karakter Agus Harimurti Yudhoyono. Bahkan disebut pula bahwa Amir Huzaini Yasrib merupakan putra Said Badar Yusuf yang kemudian disingkat menjadi SBY.

Screenshot fitnah warganet kepada AHY

Belakangan terkuak bahwa cerita ini hanya fitnah belaka. Nadirsyah Hosen, dosen senior di Monash Law School, menyatakan tak ada nama Amir Huzaini Yasrib dan Said Badar Yusuf dalam kitab sejarah. Dengan kalimat lain, Gus Nadir mengatakan kedua nama tersebut merupakan tokoh fiktif.

“Gila bener, sampai nama sahabat pun dipalsukan. Gak suka sama AHY dan SBY silakan, itu hak klean. Tapi jangan sampai maksa bikin singkatan nama dari tokoh fiktif. Sahabat Nabi lho yg klean palsukan itu. 2 ribu yg like dan 4 ribu yg RT udah ketipu semua. Gak ada di kitab sejarah!” demikian cuitan Gus Nadir dalam akunnya, @na_dirs, Selasa (21/5/2019).

Rekonsiliasi Bergaung

Lambat-lambat isu rekonsiliasi mendapat tempat di hati publik. Banyak tokoh politik yang belakangan menyerukan hal serupa. Selain Prabowo dan Sandiaga, sebelumnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019 segera terwujud. “Saya kira mudah-mudahan kita doakan (pertemuan Jokowi-Prabowo segera terwujud, red),” ucap Zulhas, Rabu (5/6/2019).

Belakangan Amien Rais juga ikut-ikutan. Amien yang mulanya menolak rekonsiliasi kini berbalik mendukung. “Seribu persen saya setuju,” katanya di kantor DPP PAN, Senin (15/7/2019).

Baca juga  Jika Dipanggil Paksa KPK, Setya Novanto Akan Minta Perlindungan Jokowi

Sebelumnya Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman meminta rekonsiliasi yang tengah dijajaki tidak menjadi ajang bagi-bagi jabatan. “Saya yakin semua pihak setuju rekonsiliasi. Tapi bukan dengan bagi-bagi kursi. Itu menyakiti rakyat. Yang lebih penting semua pihak komit jalankan demokrasi substantif: tegakkan keadilan, tidak bungkam pihak kritis, dan menciptakan kesejahteraan bagi semua. Rekonsiliasi bukan soal posisi tapi substansi,” cuit Sohibul melalui akun twitternya @msi_sohibuliman, Rabu (3/7/2019).

Jauh sebelum bertemu Prabowo di MRT tempo hari, Jokowi sudah menyatakan siap untuk memulai rekonsiliasi bangsa. Bahkan Jokowi beberapa kali menegaskan bahwa ia telah berinisiatif sejak awal untuk bertemu dengan Prabowo Subianto.

“Sudah saya sampaikan, saya sudah berinisiatif sejak awal setelah coblosan (17 April 2019, red),” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here