Relawan Jokowi yang Terus Blunder Baiknya Ditendang Saja!

0
3025
Relawan Jokowi yang Terus Blunder Baiknya Ditendang Saja!
Relawan Joko Widodo atau Jokowi menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di Depan McDonald Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/20180 Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Relawan Jokowi Luncurkan Aplikasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi,

Ada keyakinan kuat dalam dunia politik. Kejatuhan seorang kandidat bukan hanya berasal dari kecerobohan kandidat, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Citra buruk orang-orang di sekitar kandidat dapat berimbas pada citra negative seorang kandidat.

Agaknya fenomena ini yang perlu diwaspadai oleh Jokowi. Pasalnya, belakangan ini saya melihat relawan Jokowi kerap blunder, kerap memicu kontroversi negative. Setidaknya ada dua manuver blunder yang dilakukan relawan Jokowi ini.

Pertama, ikhwal kampanye di rumah ibadah. Relawan Jokowi ini getol sekali mengkampanyekan hal ini. Saking getolnya, sampai terkesan lebai dalam memaksakan gagasannya ini. Padahal, perihal ini sejatinya sudah putus. Peraturan KPU sedari dulu sudah jelas-jelas melarang. Siapa pun yang melanggar, apabila terbukti akan mendapat sanksi tegas. Jadi buat apa diramai-ramaikan lagi?

Yang tergambar, justru ini adalah kepanikan relawan Jokowi, atau ekstrimnya kepanikan Jokowi sendiri. Publik bisa menangkap ada ketidakpedean di diri Jokowi terkait dukungan dari umat Islam ketimbang kompetitor lainnya. Untuk mencegah hal ini semakin jatuh ke titik nadir, maka diramai-ramaikanlah larangan ini.

Akibatnya terang kontradiktif. Pasalnya, Islam adalah agama yang komprehensif. Islam mengatur segala tata kehidupan manusia termasuk ritual beribadah di masjid. Karena arasnya agama, sebaiknya yang dimajukan adalah himbauan kepada publik. Apabila larangan yang dimajukan, apalagi larangan yang sudah nyata-nyata ada, ini tak ubahnya menyiram bensi kea pi yang berkobar. Relasi Jokowi dengan umat Islam malah akan semakin merenggang.

Baca juga  Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin Maju Pilpres

Kedua, ini yang lebih lucu, aksi kumpul KTP di Car Free Day minggu lalu. Padahal, kalau dikaji-kaji manuver ini melanggar Pergub no 12 tahun 2016 pasal 7 ayat 2 yang menyebutkan bahwa: CFD tak boleh digunakan untuk kepentingan parpol, SARA, dan orasi ajakan yang bersifat menghasut. Pergub ini ditanda tangani oleh Ahok dan merupakan penyempurnaan dari Pergub tahun 2012.

Tetapi yang paling menarik, apa guna kumpulan KTP buat Jokowi? Apakah Jokowi tidak pede terhadap partai pengusungnya, sehingga relawan perlu menunjukkan KTP yang mendukung Jokowi? Sebagai bargaining terhadap parpol? Apakah ada indikasi di menit akhir pendaftaran parpol meninggalkan Jokowi?

Menurut saya aksi kumpul KTP itu adalah narasi dungu! Kalau dulu masih bisa dimaklumi. Jokowi bukanlah pemilik partai ataupun ketua partai. Sehingga ada rasa ‘tidak aman’ bagi dirinya, keraguan apakah akan benar-benar diusung parpol pendukung. Apalagi, ketika itu wacana Megawati maju capres masih cukup kuat, terutama didukung oleh elit elit PDIP.  Karena itulah relawan masih banyak berperan dalam upaya mendapatkan tiket pencapresan.

Baca juga  Ancam Tarik Dukungan, Golkar Sebut Ahoker Tidak Dewasa

Tetapi sekarang kondisi beda. Jokowi adalah kandidat petahana. Parpol-parpol pendukung sudah jauh-jauh hari memberikan tiket buat pencapresan Jokowi. Lewat aksi kumpul KTP,  justru terbuka ruang bahwa Jokowi dan parpol pendukungnya tidak solid. Atau, terjadi gontok-gontokan di tubuh relawan dan parpol pendukung. Relawan mau ambil bagian ranah parpol. Kacau!

Saya pikir sudah saatnya lingkar utama Jokowi untuk menertibkan para relawan ini. Jangan blunder! Jangan bikin kacau! Kecuali kalau tujuan mereka cuma buat ambil muka tapi bikin hancur skenario pemenangan.

Oleh: Arief Rahman Hakim, warganet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here