Revolusi Mental Satu Centimeter, Habis Korupsi Romi Terbitlah Cak Imin?

0
Revolusi Mental Satu Centimeter, Habis Korupsi Romi Terbitlah Cak Imin?

Indonesia berduka saat ex Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) dicokok KPK atas kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama. Tapi kita berduka lagi ketika KPK menemukan uang ratusan juta saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Disinyalir uang tersebut terkait kasus jual beli jabatan di Kemenag.

Tertangkapnya Romi memperkuat rumor kalau untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan pasti UUD—ujung-ujungnya duit.

Tapi agaknya jual-beli jabatan tidak berhenti pada seputar jabatan di lingkungan kementerian agama. Praktek ini juga menjangkau ranah sektor pendidikan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga pernah menyorot dugaan jual beli jabatan rektor di tiga UIN, yakni UIN Makassar, UIN Jakarta, dan IAIN Meulaboh.

Apa yang disampaikan Mahfud MD klop dengan kehebohan praktek jual-beli jabatan rektor di berbagai PTN. Disebut para calon rektor ini dimintai duit untuk memuluskan dukungan suara Menristekdikti M. Nasir. Menristekdikti diketahui memang punya suara 35% dalam pemilihan rektor, sehingga signifikan untuk memenangkan satu kandidat.

Beberapa kasus yang sudah terkuak di antaranya : Universitas Jambi (Rp1-1,5 miliar); Universitas Haluoleo, Kendari (Rp5 milyar), Universitas Lambung Mangkurat (Rp7,5 milyar), Universitas Palangkaraya (Rp300 juta), dan Universitas Padjajaran (Rp3,5-5 milyar).

Parahnya, dugaan jual beli rektor PTN ini disinyalir digerakan oleh duet Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Menristekdikti M. Nasir. Orang suruhan yang meminta-minta uang itu disebut sebagai tenaga ahli Cak Imim sekaligus staf khusus nonformal di Kemenristekdikti. Apalagi Muhaimin dan M. Nasir diketahui memiliki ikatan kekerabatan, yakni M. Nasir adalah kakak ipar Cak Imin.

Jika rumor ini benar, betapa mengenaskannya. PKB adalah parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara M. Nasir adalah tangan kanan Jokowi di sektor pendidikan. Betapa mengerikan jika mereka dikemudian hari terbukti terjerat korupsi jual-beli jabatan rektor ini. Sektor pendidikan yang seharusnya menjadi pondasi pembangunan bangsa kacau-balau akibat praktek korupsi politisi dan birokrat korup?

Baca juga  Polri Harus Segera Tangkap Otak Demo di Kediaman SBY

Hal ini lantas mengingatkan saya pada sindirian Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat. Dalam talkshow di televisi, Jansen menyindir perkara operasi tangkap tangan ex Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Bagaimana mungkin revolusi mental bisa sampai ke rakyat, jika mereka yang terpisah “satu centimeter” dari Jokowi justru korup?

Sindiran Jansen tepat pula jika dilancarkan kepada Cak Imin dan M Nasir. Bagaimana mungkin pendidikan kita mau bagus, jika para pejabat utama yang mengurusi sektor pendidikan justru korup? Rektor yang terpilih dengan cara korup, pasti akan melakukan tindakan-tindakan korup untuk mengembalikan modalnya.

Ini logika sangat sederhana. Dan budaya korup semacam ini tidak bisa selesai dengan jurus kartu-kartuan.

Oleh; Syarifuddin Abbas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here