Risma Larang Wartawan Meliput, PDIP: Lagi Jutek Kali

0
468
Risma Larang Wartawan Meliput, PDIP: Lagi Jutek Kali

PolitikToday – Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, menyesalkan sikap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seakan antikritik dan melarang wartawan meliput. Menurutnya sikap Risma tak bagus bagi kehidupan demokrasi bangsa ini. Pemimpin tak boleh sok hebat, harusnya berlapang dada dalam menerima kritikan sebagai bentuk pengawasan publik.

“Saya rasa tipikal Risma sok hebat padahal boncos (tidak sesuai harapan publik, red) juga,” bebernya, Jumat (12/10/2018).

Andrianto menyebut pemimpin yang anti kritik mencerminkan sikap otoriter. Ihwal ini tak bagus bagi masyarakat yang dipimpinnya yakni Kota Surabaya.

Salah satu bukti sikap otoriter Risma, sambung Andri, yakni tak mau mencairkan dana gaji ke-13 PNS, di mana itu adalah amanat Presiden Joko Widodo. Kemudian, melarang wartawan meliput, ketika pekerja media ini bertanya hal kritis atas kebijakannya.

Baca juga  Pasca Ungkap Penerima Duit E-KTP Irvanto Mengaku Diteror

“Tipikal yang otoriter ini sangat merugikan warga. Berulang kali lho yang ditampilkan Risma. Ke depan bahaya buat demokrasi,” pungkas Andrianto.

Terkait, politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menduga penolakan Risma itu hanya emosi sesaat.

“Kayaknya itu sikap sesaat ya, lagi jutek kali,” tegasnya, Jumat (12/10/2018).

Eva sendiri menilai sosok Risma adalah pemimpin yang sangat terbuka kepada media.

“Kalaupun ada sedikit emosi, tentu itu adalah hal yang manusiawi,” tambah Eva.

Eva menduga ada momen yang tidak tepat saat wartawan itu mengajukan pertanyaan yang kemudian membuat Risma terpancing emosi.

“Karena karakter dasarnya nggak seperti itu, dia bukan orang yang tertutup terhadap wartawan, kali aja ini timing-nya nggak pas waktu itu, sehingga marahnya agak kelamaan,” kata Eva.

Baca juga  Bank Dunia : Harga Beras Indonesia 70 Persen Lebih Mahal dari Harga Internasional

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here