Sah! UU MD3 Putuskan Pimpinan MPR Ditambah Jadi 10 Orang

0

PolitikToday– DPR memutuskan menginisiasi revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) pada sidang paripurna masa sidang I tahun 2019-2020, Kamis (5/9). Berdasarkan surat laporan Badan Legislasi (Baleg) DPR, poin paling penting dilakukan revisi UU MD3 adalah untuk menambah jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

“Pimpinan MPR berjumlah 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang ketua dan 9 (sembilan) orang wakil ketua,” kata Ketua Baleg Supratman Andi Agtas dalam surat laporannya kepada pimpinan sidang paripurna, UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 terkait dengan jumlah dan mekanisme pemilihan pimpinan MPR hasil Pemilu 2019.

Poin lainnya adalah bakal calon ketua MPR diusulkan oleh fraksi dan/atau kelompok anggota dalam sidang paripurna MPR. Tiap fraksi dan/atau kelompok anggota hanya dapat mengajukan satu orang bakal calon.

Selain itu, proses pemilihan ketua MPR dilakukan secara musyawarah mufakat. Jika dalam musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, pemilihan ketua MPR dilakukan dengan pengambilan suara terbanyak.

Pada sidang yang dipimpinan Wakil Ketua DPR Utut Adianto tersebut, persetujuan seluruh peserta setelah seluruh fraksi menyampaikan pendapatnya secara tertulis terkait revisi UU MD3 ini.

Revisi UU MD3 dilakukan agar tidak terjadi kegaduhan partai politik di parlemen. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengklaim, sebelum direvisi, banyak partai politik yang tidak puas terkait komposisi pimpinan MPR. “Prinsipnya untuk menciptakan suasa politik yang teduh, yang tidak gaduh, kondusif. Itu menjadi perhatian dan komitmen semua partai,” ujarnya.

(yt)

Baca juga  Polda Metro Periksa Sandiaga Uno Hari Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here