Said Didu: Pimpinan BUMN Pejabat Negara, Mana Boleh Orang Asing

0

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu merasa miris dengan rencana pemerintah yang ingin mengangkat orang asing sebagai pimpinan di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wacana tersebut pertama kali dilontarkan Presiden Jokowi saat jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/1/2017). Jokowi ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin BUMN agar orang Indonesia belajar serta termotivasi dan berkompetisi.

Kemudian, ide tersebut diperkuat oleh pernyataan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Menurutnya, wacana menempatkan WNA sebagai Dirut BUMN tidak perlu dipermasalahkan karena tidak ada juga yang meributkan posisi pelatih timnas sepak bola yang diisi orang asing.

Said mengaku miris mendengar rencana tersebut. Ia mengatakan, pemerintah tidak bisa menyamakan BUMN di Tanah Air dengan perusahaan negara lain. “Posisi pimpinan BUMN negara lain memang bisa diisi warga negara asing, tapi BUMN kita tidak bisa,” kata dia dalam diskusi Perspektif Indonesia tema ‘Menimbang BUMN’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).

Menurut Said, Luhut lupa kalau BUMN di Indonesia dibentuk berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, berbeda dengan BUMN di negara lain, yang memiliki konstitusi sendiri.

“Dia lupa bahwa pimpinan BUMN itu pejabat negara. Kalau pimpinan BUMN sudah boleh asing, berarti pejabat negara boleh asing dong,” ujarnya.

Baca juga  Aris Budiman Beberkan Masalah Internal KPK di Pansus, KAI: Itu Bagus Untuk Perbaikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here