Saksi Ahli: Video Ahok di Kepulauan Seribu Tidak Diedit

0
Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Nuh Al Azhar yang dihadirkan sebagai saksi ahli menyatakan bahwa video yang dijadikan barang bukti dalam sidang ahok tidak mengalami proses editing.

Persidangan Kasus Penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah memasuki sidang kesembilan. Dalam persidangan yang berlangsung di Auditorium Kementrian Pertanian itu, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan beberapa orang saksi diantaranya Sahbudin sebagai saksi fakta yang merupakan nelayan di Kepulauan Seribu.

Dihadapan majelis hakim, Saksi Sahbudin mengaku kecewa dengan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato di Kepulauan Seribu. Ia menyebutkan, Sebagai seorang yang bukan orang muslim tidak tepat Ahok mengaitkan surat Al Maidah ayat 51 dengan Pilkada.

“Saya kan Islam, Pak Ahok kan orang Kristen,” kata Sahbudin dalam persidangan di depan Majelis Hakim di Gedung Auditorium Pertanian, Jakarta Selatan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono yang sempat menanyakan kepada Sahbudin tentang status agama Ahok. Nelayan itu menjawab bahwa ia mengetahui Ahok non muslim dari perawakan Ahok.

“Kan kalau orang Cina Kristen Pak,” imbuhnya.

Tidak Ada Editan

Sementara itu, Saksi Ahli dari Puslabfor Mabes Polri AKPB Muhammad Nuh Al Azhar yang dihadirkan sebagai ahli dalam sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan video yang dugaan kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama tak diedit.

“Tidak ditemukan penambahan atau pembuangan frame. Artinya momen yang ada di sana benar adanya,” kata Nuh yang menjabat sebagai Kasubbid Komputer Forensik Labkrim Mabes Polri.

Dalam kesaksiannya, Nuh menyatakan, terdapat empat video Ahok yang dianalisa oleh tim Puslabfor Mabes Polri.

“Pertama dari Dinas Kominfo DKI Jakarta, kedua dari saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, ketiga dari saksi pelapor Muhammad Burhanuddin, dan keempat juga dari saksi pelapor Habib Muchsin Alatas,” ucap Nuh.

Menurut dia, hasil analisa video itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), baik untuk Puslabfor Mabes Polri maupun penyidikan.

Baca juga  Eks Panglima GAM: Pernyataan Mahfud Menyakiti Rakyat Aceh

“Artinya hasil analisa itu tidak hanya secara ilmiah tetapi juga dengan pertanggungjawaban secara hukum,” ucap Nuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here