SBY Cerminan Etika Politik Demokrasi Indonesia

0
250
SBY Cerminan Etika Politik Demokrasi Indonesia

Sambutan dan pidato SBY pada Rapimnas Partai Demokrat yang dihadiri Presiden Joko Widodo, menunjukkan kematangan berpolitik Partai Demokrat dan etika politik yang tinggi dari seorang Susilo Bambang Yudhoyono. Bayangkan, selama periode Joko Widodo memimpin negeri ini, berapa banyak tudingan dan fitnah yang dialamatkan kepada Presiden RI keenam ini. Namun hal itu tidak lantas membuatnya sakit hati ataupun berkecil hati.

SBY menunjukkan sisi kenegarawanannya pada publik. Dia berbuat untuk kepentingan rakyat banyak, tanpa harus memihak poros manapun. Dia tidak mau terjebak dalam poros mendukung atau menentang pemerintahan. Bersama Partai Demokrat, SBY konsisten mendukung pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan tegas mengkritik jika pemerintah dianggap merugikan rakyat.

10 tahun SBY menjadi kepala negara sepertinya telah mengajarkan banyak pada dirinya tentang arti bagaimana menjalin kerjasama untuk keutuhan bangsa. Mungkin pada era demokrasi ini, hanya SBY yang bisa menghadirkan keakuaran dengan kepala negara selanjutnya. Walaupun berbeda partai, berbeda platform, namun SBY menganggap seorang kepala negara layak untuk dihormati.

Sikap penghargaan dan menghormati inilah yang membuat SBY berbeda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Maka sangat wajar jika saya menganggap SBY sebaga presiden yang paling demokratis dan bijaksana. Dengan kebijaksanaannya inilah yang lantas membuatnya terpilih menjadi presiden 2 periode.

Baca juga  Bertemu Jokowi, PM Tiongkok Akan Bahas 'One Belt and One Road'

Pemimpin seperti inilah yang dirindukan bangsa ini. Pemimpin yang mampu merekatkan tanpa membenturkan. Pemimpin yang tidak represif ketika ia disudutkan.

Namun dibalik etika politik dalam berdemokrasi yang ditunjukkan SBY ini masih saja ada pihak yang menuding bahwasanya SBY dan partainya abu-abu atau tidak mempunyai sikap yang jelas. Pihak-pihak tersebut menurut saya merupakan orang-orang sesungguhnya yang ingin menghancurkan demokrasi yang telah kita perjuangkan ini. Mereka konsisten membuat poros untuk memecah belah anak bangsa dengan menciptakan iklim politik yang bersekat-sekat.

Demokrasi seharusnya membawa kita kedalam pemikiran yang besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Oposisi dan koalisi harus dimaknai sebagai sebuah sikap, bukan perilaku. Layaknya sebuah sikap, kita tidak harus menjukkan perilaku yang kasar ketika kita sedang marah.

Menurut Benjamin Bloom, sikap merupakan respons tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan. Sedangkan perilaku merupakan sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Jadi apa yang ditunjukkan SBY kepada public merupakan kematangannya dalam mengelola faktor perilaku.

Baca juga  Minta Jokowi Penuhi Janji daripada Selalu Kritik SBY, PKS: Rakyat Tahu yang Sebenarnya

Inilah yang membuat saya kagum dengan apa yang ditunjukkan SBY dalam meerkat bangsa ini dalam kemajemukan. Dia tidak harus beringas jika ia tersakiti. Dia selalu menjunjung nilai, norma dan estetika dalam berpolitik.

Inilah yang seharusnya ditampilkan banyak tokoh dan figure yang ada di negeri ini. Tidak hanya rebut dengan kekuasaan, tapi memunculkan kedamaian sekalipun tengah berhadapan dengan persaingan politik. Rakyat pun harus diimbangi asupan pemahaman politik yang sehat.

SBY sukses mencerminkan etika politik demokrasi yang dirindukan rakyat Indonesia belakangan ini. Ia menjadi oase di padang gurun yang tandus. Di tengah hingar binger politik identitas yang merongrong bangsa belakangan ini, SBY mampu menghadirkan perbedaan.

Tidak harus marah jika berlawan. Tidak harus menjilat jika berkawan. Katakan benar dan salah pada tempatnya. Karena perjuangan membela kepentingan rakyat yang paling utama. Salam hormat untuk SBY.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here