Sekjen Demokrat Minta Menko Polkam Tak Sepelekan Kasus Pengrusakan Atribut Demokrat

    1
    Sekjen Demokrat Minta Menko Polkam Tak Sepelekan Kasus Pengrusakan Atribut Demokrat

    PolitikToday – DPP Partai Demokrat menggelar rapat darurat untuk membahas pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait kasus perusakan atribut kampanye Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, akhir pekan kemarin. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, menilai pernyataan Wiranto terlalu cepat dan menyepelekan persoalan.

    “Pernyataan Menko Polhukam terlalu cepat dan mengkerdilkan soal, menyepelekan soal. Padahal sesungguhnya itu tidak seperti itu,” kata Hinca. di kediaman SBY, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

    Hinca menegaskan kasus ini tidak sesederhana yang disampaikan Polda Riau dan Menko Polhukam. Karena itu Partai Demokrat merasa perlu membahasnya dalam rapat darurat.

    Menurut Hinca, meski pelaku sudah ditemukan, pengusutan tetap perlu biar diketahui dalangnya. Karena jika kasus ini hanya berhenti setelah pelaku tertangkap maka menurutnya tak sesuai logika hukum.

    “Kalau misalnya disebutkan seseorang disuruh dan enggak perlu lagi dicari yang menyuruh, dimana logika hukumnya? Jadi perbuatan pidana itu apalagi kalau ramai-ramai, enggak sendiri. Ada namanya Pasal 55, penyertaan. Karena itu kita percaya penyidik bisa meluruskan ini. Dan kami tidak ikut campur penyidik, kami memberi data yang cukup,” terangnya.

    Hinca juga menyebut dirinya paling tahu apa yang terjadi di Pekanbaru. Dia mengklaim melihat sendiri pelaku pengerusakan tersebut. Pada Sabtu lalu setelah tiba di Pekanbaru, pihaknya langsung berkeliling dan pada pukul 01.00 dini hari, dia melihat atribut kampanye masih terpasang dengan lengkap.

    “Setelah kami tiba, malam sekitar jam satu saya keliling di Kota Pekanbaru melihat, eh masih bagus, masih lengkap. Memang dinamis sekali. Tetapi satu jam kemudian sudah rata itu semua. Dan jangan kira yang dirusak itu satu, dua, begitu. Itu ribuan bendera, dan ratusan baliho-baliho, baik yang dirusak sebagian dan gambarnya yang dirobek-robek atau di-cutter begitu maupun kerangkanya yang dipatahin kemudian dibuang begitu rupa dan itu kami menangkap seseorang,” bebernya.

    Hinca mengaku pihaknya telah menangkap basah si pelaku, dan kemudian membawanya ke kantor polisi.

    “Jadi kalau KPK ada OTT, kami kemarin OTT satu orang pelakunya yang kemudian kami laporkan ke Polresta Pekanbaru sekitar pukul 05.30,” lanjutnya.

    Menurut Hinca, pelaku ini tertangkap tangan sedang melakukan aksinya merusak atribut kampanye. Pelaku ini menggunakan sepeda motor.

    “Jadi dia sedang melakukan aksinya. Jadi dia sedang merusak. Kemudian tim kami namanya tim Rajawali melihat begitu, kawannya naik sepeda motor dia (pelaku, red) lompat, dia lompat enggak dapat toh (naik ke atas motor, red), jadi tertinggal dia. Kemudian kita ambil (pelaku, red). Lalu dia menceritakan siapa saja nama-namanya (pelaku lain, red), berapa banyak dan seterusnya,” kata Hinca.

    Terkait jumlah pelaku, Hinca mengaku mengetahui dari pengakuan pelaku yang tertangkap tangan itu.

    “Dia (pelaku, red) menyebut banyak. Jadi bukan kami yang menyebut, dia yang menyebut banyak orangnya dan dia hanya menyebutkan beberapa orang. Disebut di Polresta itu. Jadi kalau dibilang cuma itu saja, salah itu. Karena dia menyebutkan nama-nama,” lanjutnya.

    Partai Demokrat, kata Hinca, masih punya informasi, data dan fakta yang cukup. Dia pun mempertanyakan penyataan yang menyatakan kasus ini telah selesai dengan ditangkapnya pelaku pengrusakan. Menurut Hinca kasus ini harus diusut tuntas.

    Partai Demokrat, lanjut Hinca, tak pernah menyebut ada partai lain yang terlibat dalam kasus ini. Dia juga membantah pernyataan Wiranto yang menyebut Partai Demokrat juga terlibat dalam pengrusakan tersebut.

    “Demokrat tidak pernah menyebut nama partai lain. Bahwa si (pelaku, red) OTT yang ketangkap itu menyebut itu bukan kami, jadi supaya diluruskan dulu,” jelasnya.

    (rt)

    1 COMMENT

    1. Kenpa serahkan ke polisi apa tdk tahu bang Hinca bhw mrk trmsuk timses negara? Lihat sj sepak terjangnya..kentara sekali melindungi kepala banteng..seluruh RI faham itu. Mknya ingin segera ganti kapolri!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here