Semen Kaki dan Tangan di Depan Istana, Patmi Meninggal Terkena Serangan Jantung

0

Istana Kepresidenan bereaksi cepat pasca meninggalnya warga Kendeng Jawa Tengah yang ikut aksi menyemen kaki dan tangan di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (20/3) dinihari. Dijelaskan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Istana menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas meninggalnya Patmi (48), warga Kendeng yang mengikuti aksi mengecor kaki untuk memprotes pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

“Ya, tim sudah membantu mengurus semua dan tentu saja kami mengucapkan duka cita mendalam atas peristiwa ini, kami himbau agar masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, lakukanlah dengan baik dan jangan beraksi yang berrisiko pada keselamatan,” kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Sebagaimana diketahui, Patmi salah seorang peserta aksi demo di depan Istana Merdeka, dinyatakan meninggal dunia di RS St Carolus setelah sempat mengeluh sakit dan dibawa mendapatkan perawatan pada dini hari tadi. Pihak Rumah Sakit St Carolus menyatakan bahwa Patmi meninggal dunia sekitar pukul 02.55 WIB karena serangan jantung.

“Tadi Pak Presiden sudah minta kami untuk mengurus kepulangannya, tapi tadi sudah diurus,” katanya.

Teten menjanjikan, pihak Istana akan memberikan santunan kepada keluarga Patmi termasuk mengurus pemulangan jenazah dari Jakarta ke Kendeng Jawa Tengah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin malam (20/3) Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menerima perwakilan petani Kendeng yang menyemen kaki mereka untuk memprotes pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di wilayah mereka.

Dalam pertemuan tersebut KSP merekomendasikan kepada PT. Semen Indonesia untuk menghentikan sementara aktifitas penambangan mereka sampai semua proses yang berlangsung selesai.

“Jadi kemarin, kita kan sudah ngobrol sama mereka, tuntutan mereka juga sudah kita rekomendasi. Mudah-mudahan ini hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) akan selesai akhir Maret,” jelasnya.

Baca juga  Fadli Zon Kritik PLN Masak Karyawan Jadi Korban?

Sementara itu, dtempat terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempertanyakan aksi belasan warga Kabupaten Rembang dan Pati yang kembali menggelar aksi penolakan pendirian pabrik semen di Rembang dengan cara mengecor kaki di depan Istana Merdeka, Jakata Pusat.

“Kami persilakan warga menyampaikan aspirasi soal penolakan terhadap pabrik semen di Kabupaten Rembang tersebut,” kata Guberur Jateng Ganjar Pranowo ditemui usai memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Eks-Keresidenan Pati di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa.

Hanya saja, dia menyayangkan aksi tersebut karena sebelum mengeluarkan izin lingkungan yang baru terhadap pendirian pabrik semen, mereka juga diundang bersama pihak yang berkepentingan untuk menguji analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang ada. (mik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here