Serang Partai Demokrat, Bukti Pendukung Prabowo Gamang?

0
1218
Serang Partai Demokrat, Bukti Pendukung Prabowo Gamang?
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). Rapimnas tersebut membahas kesiapan Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilihan Umum 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/18. *** Local Caption *** Ketua Kogasma Partai Demokrat

Harapan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar Jokowi berhasil menuntaskan masa baktinya hingga 2019 digoreng sana-sini. Padahal pernyataan SBY biasa-biasa saja.

Baik kalangan pro pemerintah, oposisi atau penyeimbang sejatinya ingin pemerintahan Jokowi kelar sampai ujungnya. Caranya saja yang beda. Ada yang mendukung membabi-buta, ada pula yang secara kontruktif—mendorong kebijakan yang tepat dan mengkritik kebijakan yang tidak tepat. Ini biasa-biasa saja.

Masih ingat perjamuan makan siang antara Jokowi dan Prabowo? Kala itu Prabowo tegas tak akan menjegal roda pemerintahan Jokowi. Malahan Prabowo mengaku siap buat mengulurkan tangannya dalam pemerintahan Jokowi. Apa bedanya pernyataan Prabowo ini dengan SBY tempo hari?

Tapi apa boleh buat, politik memang sarat orang-orang sirik. Meski Partai Demokrat sampai sekarang belum menetapkan capres-cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019, dari penjuru mata angin pernyataan SBY dipelintir jadi Partai Demokrat pasti akan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Saya membaca serangan-serangan ini berorientasi menyandera Partai Demokrat dengan memanfaatkan sentiment publik yang antipati dengan Jokowi. Serangan-serangan ini menyasar pembentukan citra abu-abu terhadap Partai Demokrat. Apalagi tujuannya kalau bukan memaksa Partai Demokrat untuk mendukung Prabowo maju kembali pada Pilpres 2019.

Baca juga  Aman Abdurrahman Pantas Dihukum Mati, Korbannya Anak-Anak

Orientasi ini bisa tergambar dari para buzzer yang berasal dari kalangan yang berseberangan dengan Jokowi, dan terkesan dekat dengan Prabowo. Ada kekhawatiran besar jika Partai Demokrat masuk poros Jokowi secara otomatis peluang Prabowo untuk menang Pilpres 2019 semakin sulit.

Tragisnya, upaya Partai Demokrat, PKB dan PAN untuk membentuk poros ketiga malah digembosi. Satu yang paling nyata adalah pernyataan Fadli Zon, politisi Partai Gerindra sekaligus tangan kanan Prabowo, yang buru-buru menjegal. Dibangun isu bahwa poros ketiga itu hampir-hampir mustahil dan Prabowo-Jokowi pasti rematch pada Pilpres 2019.

Tapi yang paling lucu bukan strategi penyanderaan ini. Partai Demokrat amat lihai membaca dinamika politik. Pasti dengan akrobatik ciamik Partai Demokrat akan lolos dari serangan murahan begini. Malahan boleh jadi Partai Demokrat akan memukul balik.

Yang paling lucu adalah strategi ini diterapkan saat Prabowo sendiri masih gamang untuk maju atau tidak maju pada Pilpres 2019. Tinggal lima bulan lagi waktu penetapan capres-cawapres, tapi Prabowo belum bersikap. Yang berisik paling-paling cuma pengurus Partai Gerindra. Sisanya, adem-adem saja.

Baca juga  Demi Tiket Pilpres, Mantan Panglima Temui Semua Ketum Parpol

Ibarat akad  pernikahan, calon pengantin cuma planga-plongo, tapi panitia hajatan heboh habis. Dan kita pun bertanya-tanya: kamu serius mau nikah gak sih?

Berulang-ulang publik diembus-embus isu Prabowo akan deklarasi pencapresan, yang berulang-ulang pula berlalu seperti angin. Tidak jelas! Ini bertolak belakang dengan gerak laku Prabowo sebelumnya, yang sudah bertegas-tegas jauh menjelang Pilpres 2014.

Bagaimana mungkin Partai Demokrat mau mendukung kandidat yang gamang? Sudah jangan ajari ikan berenang. Kalau nanti Prabowo mau legowo dan memilih jadi king maker Pilpres 2019, barulah Partai Demokrat melirik. Barulah Partai Demokrat akan bicara serius!

Oleh: Rahmat Thayib, penggiat Gerakan Demokrasi Berkeadaban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here