Setara: Jaksa Agung Berpolitik di Wilayah Penegakan Hukum

0
15
Jaksa Agung HM Prasetyo (kiri) bersama plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki (kanan), memberikan keterangan seusai pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (23/2). Pertemuan antar dua lembaga penegak hukum tersebut membahas diantaranya rencana pelimpahan kasus korupsi yang ditangani KPK ke Kejaksaan Agung dan bantuan penambahan penuntut Kejagung ke KPK. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ss/nz/15

Koordinator Setara Institute, Hendardi menyebutkan pernyataan Jaksa Agung Prasetyo yang mengusulkan pelimpahan kewenangan penuntutan KPK ke Kejaksaan dinilai offside, tidak sepantasnya bicara seperti itu.

“Sejak awal HM Prasetyo memang lebih memilih berpolitik di wilayah penegakan hukum dibanding menjadi Jaksa Agung yang profesional menegakkan hukum. Karena itu publik sangat paham bahwa langkah-langkah Prasetyo dalam memimpin korps Kejaksaan lebih dikendalikan oleh argumen dan pertimbangan politik dibanding murni penegakan hukum. Tidak ada prestasi Jaksa Agung selama hampir 3 tahun memimpin,” kata Hendardi dalam keterangan persnya, Selasa (12/9/2017).

Hendardi menilai Prasetyo bukan hanya offside, tetapi juga indisipline. Sebab sebagai organ pemerintahan, semestinya Prasetyo patuh pada kehendak presiden yang tegas-tegas menolak pelemahan KPK.

Baca juga  Sejarawan UI Dukung TNI Gelar Nobar Film G30/S-PKI

“Sikapnya yang terus memperburuk integritas dan citra kejaksaan akan berimplikasi pada posisi pemerintah yang dapat digeneralisir sebagai organ yang memperlemah KPK. Jokowi harus mendisiplinkan Prasetyo untuk tidak berpolitik melalui Pansus Angket KPK,” kata dia.

Disebutkannya, jika Pemerintahan Joko Widodo tidak kompak dalam memberantas korupsi, maka makin banyak pihak yang berpotensi melemahkan KPK.

“Inilah yang akan disyukuri oleh banyak aktor yang menghendaki pelemahan KPK. Tapi, jika ini terjadi, maka rakyat yang dirugikan karena institusi KPK yang melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan secara transparan dan akuntabel bisa saja menjadi tumpul,” pungkas dia. (aip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here