Sidang Tipikor, Mantan Ketua DPD Golkar Bener Meriah Didakwa Suap Gubernur Aceh

0
1314
Sidang Tipikor, Mantan Ketua DPD Golkar Bener Meriah Didakwa Suap Gubernur Aceh

PolitikToday – Bupati Bener Meriah non aktif, Ahmadi, didakwa menyuap Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf Rp 1.050.000.000 oleh Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/9/2018). Ahmadi diduga telah memberikan uang suap secara bertahap sebanyak tiga kali.

“Pemberian dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya,” ujar Jaksa Ali Fikri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Pemberian suap tersebut diduga agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh memberi persetujuan terkait usulan Ahmadi, agar kontraktor dari Kabupaten Bener Meriah dapat mengerjakan program pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh tahun 2018 di Bener Meriah.

Adapun, pemberian suap dilakukan bertahap sebanyak tiga kali, yakni Rp 120 juta, Rp 430 juta dan 500 juta. Pemberian uang melibatkan ajudan Irwandi dan beberapa orang lainnya.

Baca juga  Prabowo Minta Maaf Terkait Tampang Boyolali, Jurkam Jokowi Nilai Tidak Tulus

Ahmadi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menanggapi dakwaan yang telah dibacakan, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, fakta-fakta dugaan suap telah diuraikan di dakwaan dan akan dibuktikan satu persatu di pengadilan.

“Karena terdakwa tidak mengajukan Eksepsi, maka pada persidangan berikutnya, Senin 1 Oktober 2018, JPU KPK akan mulai mengajukan saksi-saksi untuk kepentingan pembuktian Dakwaan,” terang Febri.

KPK juga mengajak masyarakat, khususnya warga Aceh untuk mengawal persidangan ini. Karena dana DOK Aceh tersebut semestinya dapat dinikmati masyarakat Aceh.

Baca juga  Ucapan Ketum PSI Bisa Lengserkan Jokowi

“Adanya korupsi tentu saja akan merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja,” imbuhnya Febri.

Sebelumnya Ahmadi adalah  Ketua DPD Golkar Bener Meriah. Sebelum ditangkap Ahmadi baru saja memimpin rapat Golkar di Aceh Tengah. Dalam perjalanan pulang ke Bener Meriah, tim KPK menghentikannya dan membawanya ke lantai dua Polres Aceh Tengah.

Wakil Ketua DPD I partai Golkar Aceh, Hendra Budian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Bener Meriah menggantikan Ahmadi. Penunjukan Hendra diputuskan dalam rapat pimpinan terbatas DPD I Partai Golkar Aceh Nomor: KEP.17/DPD-I/GK/VII/2018 tertanggal 11 Juli lalu.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here