Soal Penggantian Panglima TNI, Ini Penjelasan Anggota Komisi I

0
71

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018, atau kurang lebih lima bulan lagi. Penggantinya diharapkan memiliki peran yang strategis dalam menghadapi tahun-tahun politik, yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Memastikan TNI tidak berpolitik praktis, imparsial, dan teguh mengawal kedaulatan NKRI menjadi agenda penting di bawah komando Panglima TNI yang baru,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi Selasa (14/11/2017).

Selain itu, Arwani juga menyoroti persoalan modernisasi kekuatan TNI serta persoalan kesejahteraan TNI juga menjadi pekerjaan rumah yang senantiasa harus terus dikawal pimpinan TNI.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan konstitusi memberikan mandat penuh kepada presiden untuk mengusulkan pergantian panglima TNI. Terkait siapa dan dari matra mana, menurut Arwani, hal tersebut menjadi hak prerogatif Presiden.

Baca juga  Konflik KKB di Papua: Gangguan Separatis hingga Isu Kesejahteraan Sosial

“Kapan dan dari angkatan mana, biarlah pembahasan hal itu tidak menjadi ruang yang akan mengurangi hak prerogatif Presiden. TNI mempunyai tradisi pengkaderan yang sangat bagus dan teruji,” jelasnya.

TNI, lanjut Arwani dinilai mempunyai banyak stok kader yang selain professional dan tangguh, juga sangat siap untuk mengisi estafet kepemimpinan di TNI.

“Presiden tinggal milih saja. Domain kami nanti soal setuju atau tidak,” tukasnya.

(ts/gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here