Sulit Jadi Cawapres Jokowi, Muhaimin Kena Karma “Khianati” Gus Dur?

0
4879
Sulit Jadi Cawapres Jokowi, Muhaimin Kena Karma “Khianati” Gus Dur?
sumber.x.detik.com

Ambisi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin hampir pasti akan kandas. Tempo hari, PKB secara resmi mendukung pencalonan Jokowi di Pilpres 2019. Akibatnya, melorotlah posisi tawar Cak Imin untuk dipilih sebagai cawapres Jokowi. Toh, jadi tak jadi ambil Cak Imim, PKB akan tetap bersama Jokowi. Apalagi santer kabar Jokowi akan memilih tokoh lain.

Jika ini yang terjadi, betapa sayangnya. Kerja keras Cak Imin jadi mubazir. Padahal, sudah berbulan-bulan dia keliling daerah, blusukan pakai vespa, sowan ke kiai-kiai, pasang baliho di mana-mana, plus dukungan relawan JOIN (Jokowi-Muhaimin)

Jika Cak Imin gagal, maka bertambah panjanglah deretan kandasnya rencana besarnya. Hattrick malahan.

Kegagalan Cak Imin yang pertama adalah saat diujicoba hendak jadi cawapres 2014. Ini sungguhan! Pada 2014, kala PKB mendulang sukses besar, sudah ada kasak-kusuk menjual nama Cak Imin sebagai bakal cawapres.

Dibangun citra bahwa Cak Imin adalah politikus muda yang piawai. Dia adalah Menakertrans di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wakil Ketua DPR. Lalu Cak Imin dielu-elukan karena dianggap sukses mengembalikan PKB ke partai papan tengah. Padahal ini tak bisa dilepaskan dari jasa besar Rhoma Irama dan Mahfud MD yang waktu itu digadang-gadang sebagai capres yang akan diusul PKB. Lacurnya, saat PKB sukses besar kedua tokoh ini malah “dibuang”.

Namun Cak Imin menerima hukum karma. Baik Prabowo Subianto maupun Jokowi tidak memilih Cak Imim sebagai cawapresnya. Prabowo menggandeng Hatta Rajasa, sementara Jokowi maju bersama Jusuf Kalla (JK)

Baca juga  Paket Kebijakan Ekonomi Ke-16 Merugikan dan Menelanjangi Rakyat

Selanjutnya, Cak Imin juga gagal jadi menteri di Kabinet Jokowi.  Saya pikir kita masih ingat drama ini. Jokowi mensyaratkan menteri kabinet kerja harus lepas jabatan parpol. Muhaimin yang dijagokan masuk kabinet Jokowi sempat menolak syarat ini. Tetapi, akhirnya Muhaimin memutuskan untuk tidak jadi menteri ketimbang harus meninggalkan kursi Ketum PKB.

Jika kelak Cak Imin gagal jadi cawapres Jokowi, maka sudah tiga kegagalan besar yang dialami Cak Imin.

Lalu tiba-tiba saya teringat acara di televisi itu: karma. Ada kepercayaan bahwa setiap orang akan mendapat karma. Jika dia berbuat baik di masa lalu, karma baiklah yang ditangguk. Begitu pula bila dia berbuat jahat

Ngomong-ngomong berbuat “jahat”, sudah rahasia umum bahwa Cak Imin bisa menjadi Ketum PKB sebagai hasil “pengkhianatan” terhadap mendiang K.H. Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Konon, sebelum letupan konflik, Cak Imin sudah berniat melengserkan posisi Gus Dur.

Hal ini diketahui berdasarkan data sekitar 14 halaman berisi tentang penggulingan Gus Dur yang ketika itu diterbitkan oleh majalah Gatra. Data tersebut juga sempat dibacakan oleh Yenny Wahid pada rapat pleno DPP PKB.

Boleh percaya, boleh tidak. Tapi saya ingat benar ada politikus yang selaras konsep ini. Dia adalah Amien Rais. Seperti yang kita ketahui, Amien Rais adalah orang yang mengkomandoi Sidang Istimewa MPR penggulingan Gus Dur. Dan pasca itu, entah mengapa karir politik Amien Rais terkesan mandeg.

Baca juga  Sekjen PAN: Kampus UGM Pilih Kasih!

Meskipun kesohor sebagai Locomotif Refomasi, Amien Rais kandas di Pilpres 2004. Dia bertengger di urutan keempat dari lima paslon yang berlaga. Menjelang Pilpres 2009, Amien Rais mencoba lagi peruntungan politiknya. Kala itu dia sering muncul di televisi, utamnya pada acara-acara talkshow politik. Apesnya, tak satu parpol pun yang meliriknya. Dan hari ini, setelah menyatakan siap maju jadi capres 2019, elektabilitas Amien Rais tetap mengecewakan.

Apakah Cak Imin akan bernasib sama seperti Amien Rais? Apakah Cak Imin benar-benar kena hukum karma akibat “mengkhianati” Gus Dur? Entahlah! Tapi satu yang pasti tak ada kekuasaan yang abadi.

Belum tentu pada Pilpres 2024 modal politik Cak Imin sebesar hari ini. Ingat Cak Imin sudah dua periode memimpin PKB. Lazimnya, jika Cak Imin hendak maju lagi di periode ketiga, resistensi politikus muda di internal PKB akan menguat. Mampukah Cak Imin bertahan?

Oleh: Ageng Prawira, pengamat media dan politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here