Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Unggul 7,15 Persen dari Jokowi-Ma’ruf

0
Survei Indomatrik: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Hanya Selisih 3 Persen
Calon Presiden Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh nomor urut 01, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh nomor urut 02. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.

PolitikToday – Lembaga Indomatrik merilis hasil survei terbaru dalam pertarungan Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berhasil menyalip petahana Jokowi- Ma’ruf Amin.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys mengatakan, hasil survei terbaru menunjukan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi bersaing ketat. Namun, dari hasil riset tersebut, Prabowo memasuki fase trend positif, sebaliknya Jokowi alami tren negatif.

“Berdasarkan data hasil survei, pasangan PrabowoSandi mendapatkan simpati publik sebesar 51,07%, sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf 43,92%. Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam pilpres sekitar 5,01 persen,” jelas Syahruddin, Rabu (10/4).

Survei Indomatrik ini dilakukan pada 24 Maret sampai 31 Maret 2019 dan dilaksanakan secara proporsional di 34 Provinsi yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019.

Responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih. Selanjutnya, random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan.

Jumlah sampel responden yang di ambil sebanyak 2.100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling.

Syahruddin mengatakan, perbedaan tingkat elektabilitas antara Prabowo dan Jokowi sekitar 7,15 persen. Elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 51,07 persen ini disebabkan dari beberapa alasan yang diungkap masyarakat Indonesia.

“Di antaranya alasan menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik kedepan, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa,” jelas dia lagi.

Sementara figur Jokowi-Ma’ruf, lanjut dia, memperoleh elektabilitas sebesar 43,92%. Pasangan no urut 01 ini dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman.

Baca juga  Agum Gumelar Bicara Soal Peristiwa 98, Arsul: Agum Bukan dari TKN

Menurut Syahruddin, selisih antara keduanya yang sangat jauh ini dampak dari penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye 2014 serta banyak tim koalisi yang tertangkap tangan (OTT KPK).

Syahruddin menambahkan, fase trend positif ini merupakan modal kuat bagi Capres/Cawapres Prabowo-Sandi dalam menarik simpati publik untuk memenangkan pertarungan di Pilpres 17 April 2019, yang tersisa sepekan lagi.

(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here