Teka Teki Ala Gatot Nurmantyo

0
1727
Teka Teki Ala Gatot Nurmantyo

Nama Mantan Panglima Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo kembali muncul ke permukaan ranah politik. Nama purnawirawan Jenderal Angkatan Darat itu sempat hilang timbul beberapa waktu silam.

Disebut sebagai kandidat kuat untuk menghadapi Jokowi, dan sesekali Gatot juag kerap disebut akan dipasangkan dengan sang pejawat. Kini, seteah sekian lama, Gatot kembali dibicarakan, namun bukan sebagai apa di Pilpres, tapi kepada siapa ia akan memberikan dukungan.

Gatot Nurmantyo memang terlanjur menjadi selebritas politik setelah tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI. Ia yang melejit setelah gayanya pada Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 silam yang memakai kopiah putih ditengah barisan Presiden yang hampir semuanya mengenakan peci nasional didaulat sebagai tokoh militer yang dekat dengan kelompok Islam setelah peristiwa keseleo lidah yang melibatkan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Saat ini menarik kita membahas kemana Gatot akan mengarahkan dukungan. Tentu menjadi hal yang ditunggu kemana Gatot akan memberikan suara di Pilpres nanti. Apakah kepada capres petahana atau kepada capres penantang.

Namun, Gatot tidak bergeming sedikitpun saat didesak kemana arah politiknya. Ia hanya mejawab diplomatis bahwa suaranya akan diberikan di hari “H” pencoblosan. Jelas jawaban ini tidak memuaskan. Pertanyaan saja tidak terjawab, Gatot malah menambah level galau hingga ke hari terakhir.

Baca juga  Keterlibatan Lembaga Kian Terkuak, Golkar di Ambang Penghakiman?

Beberapa waktu lalu, Ia sempat disebut merapat ke Partai Amanat Nasional. Bahkan namanya sempat pula disebut akan menjadi kandidat bakal calon presiden/wakil presiden yang dicoba ditawarkan PAN ke koalisi Gerindra, PKS dan bahkan Demokrat. Terakhir, ada pula yang mengaitkan sikap Gatot yang selalu mencium tangan Presiden RI ke Enam Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagai sikap bahwa Ia menunggu arahan dan perintah SBY. Opini tentu boleh saja, namun sampai saat ini, gelayut tanda tanya masih ada. Gatot belum juga bersikap kemana akan berpijak.

Tidak hanya itu, ia juga sempat akan mengisi kursi Capres dari Partai Gerindra untuk menggantikan posisi Prabowo Subianto. Namun alih alih itu terjadi, nama Gatot justru tenggelam. Ia tidak masuk bursa meski disebut sebut sudah menggelar safari politik ke partai dan masyarakat.

Tadi malam, Gatot kembali muncul ke ruang publik. Ia tampil bersama Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di acara Tabligh Akbar Majelis Rasulullah di Silang Monas Jakarta. Namun, publik kembali tidak mendapatkan jawaban kepada siapa Gatot memberikan dukungan.

Baca juga  Korupsi, Survei, dan PDIP di Jawa Tengah

Akan tetapi, jika melihat gerakan dan tampilannya, rasanya tidak salah jika sebagian pengamat terlanjur menilai bahwa suara Gatot akan diberikan kepada pasangan Prabowo – Sandiaga. Isu kedekatan Gatot dengan kelompok Islam sudah terlanjur menjadi cerita di tengah masyarakat. Statemennya semasa badai karena “kepeleset lidah Ahok” di Pilkada lalu membawa angin segar bagi kelompok ini. Gatot menjadi penyejuk disaat munculnya anggapan bahwa telah terjadi kriminalisasi terhadap tokoh tokoh agama dan menenangkan agar gejolak tidak makin meluas.

Namun pernyataan Gatot tadi malam kembali menjadi penyebab galau berlanjut saat ia mengatakan bahwa dukungannya akan langsung disampaikan di bilik suara saat pencoblosan Pilpres yang sedianya akan digelar pada April 2019 mendatang.

Meski mengakui telah berkomunikasi dengan banyak pihak, Gatot sendiri enggan mengakui kemana ia akan berpihak. Kedua kubu yang bersaing di Pilpres berharap Gatot segera mendeklarasikan dukungan. Akan tetapi, ia kukuh berkelit.

Oleh Rhoma Irama Sutan Nan Bungsu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here