Temuan Suplemen Mengandung Babi, Anggota DPR: Murni Persoalan Prosedur

0
811

PolitikToday – Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengatakan temuan suplemen makanan mengandung DNA babi, murni persoalan prosedur peredaran makanan dan obat-obatan. Ia berharap persoalan ini tidak dibawa ke ranah agama.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap masyarakat proaktif dalam mengawasi makanan dan obat-obatan yang beredar di pasaran dan melapor bila menemukan produk yang tidak disertai informasi lengkap mengenai kandungannya. Menurutnya, keterbukaan informasi kandungan makanan dan obat-obatan merupakan hal serius yang harus dipenuhi oleh produsen.

“Bukan hanya soal haram atau halal, melainkan juga resistensi tubuh seseorang terhadap kandungan zat tertentu dalam makanan yang mereka konsumsi,” kata Ninik, panggilan akrabnya, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (1/2).

Sebelumnya, BPOM menyatakan suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi. Dikutip dari laman resmi BPOM, yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet.

BPOM telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut. Menanggapi instruksi tersebut, PT. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

Begitu juga dengan PT Medifarma Laboratories yang telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here