TNI Akan Dilibatkan Dalam Upaya Berantas Teroris

0
1387
TNI Akan Dilibatkan Dalam Upaya Berantas Teroris

PolitikToday – Panitia Khusus Revisi RUU Anti Terorisme akhirnya menyepakati keterlibatan pasukan TNI dalam operasi penanggulangan teroris dan dicantumkan dalam UU yang tengah dibahas. Dijelaskan angota Pansus RUU anti Terorisme Asrul Sani kepada wartawan, Pansus akhirnya menyepakati pelibatan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada aksi penanggulangan terorisme.

“Dalam revisi UU Terorisme yang akan disahkan terdapat pasal tentang pelibatan TNI yang telah disepakati di Pansus. Prinsip pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tidak keluar dari mekanisme yang ditetapkan dalam Pasal 7 UU 34/2004 tentang TNI,” katanya, Kamis (17/5).

Namun anggota Komisi III DPR RI itu menambahkan, ketentuan dan mekanisme detailnya harus dituangkan dalam sebuah Peraturan Presiden (Perpres). Perpres tersebut, jelasnya harus disusun dan melalui konsultasi dengan DPR.

“Berdasarkan kebutuhan situasional tanpa harus berkonsultasi lagi dengan DPR untuk setiap kasus terorisme yang sedang dihadapi,” ucapnya.

Baca juga  Ketua Pansus RUU Terorisme Minta Jokowi dan Kapolri Legowo Mundur

Sebagaimana diketahui, perdebatan terkait pelibatan anggota TNI dalam upaya penanggulangan aksi teror kembali memgemuka ke ruang publik pasca aksi teror beruntun yang terjadi di sejumlah daerah beberapa hari belakangan.

Revisi tersebut belum rampung sehingga sampai saat ini belum disahkan. DPR dan Pemerintah didesak banyak kalangan untuk segera menyelesaikan pembahasan revisi lalu mengesahkannya.

Pasal yang cukup mendapat sorotan dari revisi tersebut yakni soal kewenangan Polri dalam menindak pihak yang berencana membuat teror. Dengan UU Terorisme yang berlaku sekarang, Polri baru bisa menangkap orang yang berencana membuat teror setelah terjadi peristiwanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan rencana pemerintah mengaktifkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI saat ini belum diperlukan. Menurut Fadli, belum ada situasi mendesak untuk mengaktifkan Koopssusgab tersebut.

Baca juga  AHY Batalkan Pidato Politik di Rakerda DPD Demokrat Jakarta

“Kalau menurut saya tidak mendesak ya,” katanya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/5).

Politisi Gerindra itu menyebutkan sebenarnya sudah ada ahli-ahli dalam lembaga yang mengatasi persoalan terorisme. Antara lain Brimob Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, maupun Kopassus (Komando Pasukan Khusus TNI).

“Yang gabungan itu kan sebenarnya sudah tertampung dalam BNPT. Namanya saja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, nah di situ ada TNI, ada Polri. Nah, menurut saya (BNPT) diperkuat dan diperjelas,” kata Fadli.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here