Wasekjend Demokrat Duga KPK Sasar Pihak Lain di Kasus Korupsi e-KTP

0

PolitikToday – Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Andi Arief kesaksian terdakwa kasus korupsi pengadaan peralatan KTP Elektronik, Setya Novanto tentang dugaan keterlibatan dua kader utama PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung dalam kasus korupsi e-KTP, hanya melengkapi kesaksian terpidana Muhammad Nazaruddin.

Menurut Andi, saat ini yang jadi perhatian publik adalah terhadap sikap KPK yang mau membuka ruang bagi Setnov untuk menjadi JC (justice collaborator).

“Pertanyaannya adalah siapa orang yang sedang disasar KPK yang lebih kuat dari Setnov?” ujar Andi Arief, Rabu (28/3).

Menurut Mantan Staf Khsusus Presiden SBY tersebut, kemungkinan KPK tengah membidik tiga kelompok yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi e-KTP antara lain mungkin kolega bisnisnya (murni bisnis), atasan langsung di partainya. dan kolega politiknya yang berbisnis.

Andi menilai, dengan disebutnya nama Puan dan Pramono sebagai pihak yang diduga ikut menerima bagian akan menjawab pertanyaan tentang dugaan keterkaitan pimpinan DPR 2009-2014 dalam kasus korupsi tersebut.

“Nama Marzuki Alie sudah disebut di dakwaan awal. Timbul pertanyaan apakah wakil ketua DPR selain Pramono Anung juga menerima? Ada nama salah satunya Anis Matta sebagai wakil ketua DPR yang merupakan orang yang dianggap nama beken di PKS,” tuturnya.

Terkait nama Anis Matta yang pernah menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Andi menyebut hal itu sesuai dengan pengakuan Nazarudin yang pernah mengatakan bahwa Fahri Hamzah pernah mengambil uang langsung ke kediamannya.

“Tapi setidaknya bisa menjawab kenapa Fahri Hamzah selalu ngotot menentang penuntasan KTP-el ini, Anis Matta adalah dewa bagi Fahri Hamzah dan kalangan yang disebut ‘Fraksi Sejahtera’,” terang Andi Arief.

(gg)

Baca juga  Sanksi Lempar Tinja Bagi Para Koruptor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here