Wiranto Cari Muka ke Jokowi dengan Statement Mengada-ada

0
Gerindra: Pemikiran Wiranto Primitif, Prabowo Tak Akan Ladeni Sumpah Pocong

PolitikToday– Aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar menilai pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait pengajak golput dapat dijerat Undang-Undang Terorisme terlalu mengada-ada. Haris menilai Wiranto sedang mencari muka kepada calon presiden petahana Joko Widodo.

“Saya lihat ini kesempatan dia untuk bangun jasa kepada Jokowi karena golput ini berpotensi menggerus suara Jokowi,” kata Haris kepada wartawan.

Haris juga menyebut sikap Wiranto yang reaksioner itu sebagai cara mencari kambing hitam apabila Jokowi-Ma’ruf kalah dalam pemilu ini.

“Lalu mereka akan tuduh kita ini bikin kekacauan. Mana ada seperti itu? Kita enggak mengacau 01 atau 02, mereka sendiri yang saling ribut,” ujar Haris.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) itu berpendapat tak ada pasal dalam UU Terorisme yang menyebut pengajak golput sebagai teroris. Ia pun mempertanyakan metode penafsiran pasal yang diambil Wiranto terkait pengajak golput ini.

Haris menegaskan bahwa kebebasan berekspresi seperti golput tidak bisa dianggap sebagai tindakan teror.

Sebelumnya Wiranto menyatakan orang yang mengajak ikut golput dalam Pemilu 2019 sebagai pengacau. Menurut mantan Panglima ABRI ini, mereka bisa dijerat dengan UU Terorisme.

Selain itu, politisi Hanura ini juga mengeluarkan wacana penyebar Hoax atau berita bohong akan dikenakan pasal UU Anti Terorisme.

“Kalau UU Terorisme tidak bisa UU lain masih bisa, ada UU ITE, UU KUHP bisa,” kata Wiranto.

(yt)


Baca juga  Rano Kalah Di Banten, Ketua DPC PDI P Tangerang Dipecat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here