300 Purnawirawan TNI Dukungan Prabowo – Sandi

0
PA 212 Tegaskan Komitmen Patuhi Ijtima’ Ulama II

PolitikToday – Dukungan kepada pasangan Capres/Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terus mengalir. Kali ini sebanyak 300 pensiunan jenderal resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan yang diusung koalisi Adil Makmur tersebut. Koordinator Relawan Pensiunan Jenderal tersebut Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat mengatakan, penyataan sikap itu didasari pada rasa nasionalisme yang tinggi.

“Hari ini kita sudah melihat kemampuan calon presiden Prabowo Subianto meluangkan gagasannya dengan tema ekonomi kerakyatan sebagai solusi tatanan ekonomi Indonesia dan global. Kita berikan harapan baru tentang masa depan indonesia yang adil, damai, dan sejahtera,” kata dia mewakili 300 pensiunan jenderal, marsekal, dan laksamana, yang hadir di Jakarta, Sabtu (22/9).

Menurutnya, para purnawirawan jenderal tersebut merasa terpanggil untuk ikut serta dalam aktifitas pemenangan Prabowo – Sandi karena merasa tidak kuat melihat bangsa yang masih berjuang keras untuk menuntaskan kemiskinan, memberantas kebodohan, dan mencapai kesejahteraan.

Ia menambahkan, tidak ada orang yang mampu melihat sebagian masyarakat lemah terus menerus kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebanyak 300 pensiunan jenderal tersebut, jelasnya, akan berjuang untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan terpecahnya NKRI.

“Demi bangsa dan negara, kita akan berjuang bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan calon wakil presiden tahun 2019-2024,” kata dia.

Disisi lain, calon presiden Prabowo Subianto menyatakan gembira dengan dukungan para pensiunan jenderal tersebut. Ia menambahkan, dukungan itu juga merupakan penugasan dari sesama alumni TNI kepada dirinya untuk membereskan keadaan bangsa.

“Tetapi dengan pernyataan sikap ini, saya menerimanya sebagai suatu penugasan. Seuatu kehormatan yang sangat besar. Karena banyak diantara saudara-saudara adalah senior, guru, mentor, yang menggembleng saya,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyebutkan, bahwa Pilpres 2019 adalah pertempuran politik terakhirnya untuk merebut kembali kedaulatan bangsa.

“Inilah pertempuran kita terakhir merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia,” sebutnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here