Biadab! Israel Bantai 52 Warga dan 8 Balita Palestina di Pembukaan Kedubes AS Yerussalem

0
Biadab! Israel Bantai 52 Warga dan 8 Balita Palestina di Pembukaan Kedubes AS Yerussalem
Militer Israel membombardir warga Palestina dengan tembakan gas air mata guna membubarkan secara paksa demonstrasi pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerussalem. (AFP)

PolitikToday – Dunia kembali mengecam kebrutalan militer Israel yang membubarkan secara paksa aksi demonstrasi mengecam pembukaan Kedubes AS di Yerussalem dan HUT 70 Pendudukan Israel, di perbatasan Israel – Palestina di kota Gaza, Senin (14/5/2018). Akibat kekerasan tersebut, setidaknya 60 orang warga Palestina menjadi korban jiwa, termasuk di antaranya delapan anak kecil dan balita.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan tindakan Israel yang menewaskan 55 warga Palestina dan melukai 2.700 orang menurut informasi otoritas Palestina, layak disebut sebagai pembantaian dan merupakan tindakan biadab.

“Kami sudah memprediksi saat aksi besar di Monas Jum’at lalu bahwa pemindahan Kedubes AS ke Yerussalem dan pengakuan sepihak Yerussalem sebagai Ibukota Israel sejatinya adalah babak baru kezaliman Israel kepada bangsa Palestina,” kata Jazuli di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Hal itu terbukti, di hari peresmian Kedubes Amerika kemarin, mereka telah membantai tak kurang dari 55 warga Palestina yang sedang berunjuk rasa. Sungguh tindakan yang biadab!,” tambah Jazuli geram. 

Atas kejadian ini, Ketua Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi Luar Negeri DPR ini meminta otoritas internasional melalui PBB, OKI, atau koalisi negara-negara untuk pembelaan Palestian melakukan sidang darurat guna mengambil langkah-langkah efektif dan eksekutorial untuk menghentikan kebrutalan Israel yang baru saja mendapat legitimasi (dukungan) dari Amerika Serikat atas Yerussalem.

“Dunia harus melihat ini sebagai tragedi kemanusiaan dan menghukum Israel atas tindakan brutalnya betapapun selama ini Israel seolah tak terjamah hukum internasional. Tapi, setidaknya kita menunjukkan pada penduduk dunia bahwa pembantaian nyawa manusia tidak didiamkan dan memiliki konsekuensi serius,” tegas Jazuli.

Anggota Komisi I ini meminta Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes, kecaman, dan mengambil inisiatif multilateral untuk menghentikan kebiadaban Israel tersebut.

Korban Anak-Anak

Dalam aksi kekerasan militer Israel tersebut, tak sedikit pula anak-anak yang menjadi korban. Di antaranya seorang bayi berusia delapan bulan bernama Layla Al Gahndour.

Kementerian Kesehatan Palestina belum merilis penyebab kematian bayi. Namun, seorang dokter menyebut, Layla dipastikan meninggal karena menghirup gas air mata.

Usai disalatkan, jenazah Layla dimakamkan pada Selasa (15/5/2018) malam. Pemakaman terpaksa dilakukan di malam hari karena kondisi lebih kondusif dibanding siang hari.
(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here