Langgar Aturan PKPU, Asyik Malah Somasi KPU dan Bawaslu

0
Langgar Aturan PKPU, Asyik Malah Somasi KPU dan Bawaslu

PolitikToday – Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pasangan Asyik telah melanggar prosedur dan tata cara yang ditetapkan sebelum pelaksanaan debat. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat menyatakan pasangan dengan nomor urut empat tersebut telah melanggar ketentuan tata tertib kampanye pada debat kedua Pilgub Jabar.

Menanggapi hal tersebut Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kuasa Hukum Paslon Sudrajat-Syaikhu (Asyik) sore ini akan mensomasi KPU Jawa Barat dan Bawaslu Jawa Barat terkait kasus pemakaian kaos #2019GantiPresiden pada Debat di Universitas Indonesia.

“Ada tiga alasan somasi tersebut. Yang pertama bahwa tindakan Paslon Asyik menunjukkan kaos #2019GantiPresiden dan mengucapkan kalau Asyik menang Insya Allah 2019 Ganti Presiden sama sekali tidak melanggar larangan kampanye sebagaimana diatur Pasal 69 UU Pilkada,” kata Dasco, Kamis (17/5).

Baca juga  Meski UU Melarang, Mendagri Bilang Tak Masalah Kampanye di Sekolah dan Pesantren

Ia mengatakan, paslon Asyik tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan secara resmi terkait persoalan tersebut, namun ia malah mengetahui dari media jika KPU Provinsi Jawa Barat telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis dan Bawaslu Jawa Barat telah menyatakan mereka melanggar aturan.

“Yang ketiga KPU dan Bawaslu Jawa Barat tidak bersikap adil dengan tidak memproses Tindakan Paslon Nomor Urut 2 yang menyanyikan lagu berisi kalimat Hidup Pak Jokowi dan tidak memproses perbuatan Pendukung Paslon 2 yang memaki Paslon Sudrajat – Syaikhu dengan sebutan anjing,” kata Dasco.

Menurutnya, tindakan KPU Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut telah melanggar Pasal 8, 10 dan 11 Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Baca juga  Kritik Kenaikan Harga BBM, Fadli Zon: 'Naik-Naik BBM Naik, Tinggi-Tinggi Sekali'

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, menegaskan seharusnya misi pasangan tersebut yang membentangkan kaus 2019 ganti presiden seharusnya tak masalah.

Ganti presiden adalah salah satu visi dan program semua paslon Jawa Barat. Misi paslon Rindu Hasanah dan DD teruskan Jokowi. Misi Asyik ganti Jokowi. Jadi harusnya tidak masalah menampilkan misi dan program tersebut dalam debat,” kata Sodik, Kamis (17/5).

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here