PDIP “Pecah” Tiga?

0

Dalam hitungan normal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mempunyai hutang pengabdian kepada rakyat dalam empat tahun ke depan. Kendati demikian, sejumlah lembaga survei sudah membuat ancang-ancang simulasi siapa the next futer leaders. Tentunya dengan elektoral yang dimiliki PDIP saat ini, partai berlambang banteng itu tidak ingin kehilangan momen.

Secara umum, internal PDIP menggadang-gadang Ketua DPR RI Puan Maharani adalah sosok yang layak diusung. Bahkan beberapa analisa menyebutkan Puan akan berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Formasinya bisa saja Puan-Prabowo ataupun Prabowo-Puan.

Sebagian analisa menyebutkan, menduetkan Puan dengan Prabowo adalah upaya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membayar lunas hutang masa lalu. Diketahui, pada Pemilu 2004 lalu, Mega dan Prabowo pernah menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Batu Tulis. Di mana salah satu poin penting perjanjian itu menetapkan Mega-Prabowo sebagai capres-cawapres di Pemilu 2004 dan Prabowo-Mega sebagai capres-cawapres di Pemilu 2009.

Namun sayang, di tengah upaya mendorong trah Soekarno kembali menjadi pemuncak negeri, elektabilitas Puan tak kunjung naik. Bahkan, Puan sendiri terlibat dengan beberapa kasus yang membuat namanya lekat dengan stigma negatif di benak publik. Diantaranya adalah pertentangan Puan dengan masyarakat Sumatera Barat dan insiden “pembunuhan kebebasan berpendapat” di ruang DPR ketika Puan ketahuan mematikan mikrofon anggota DPR lain yang tengah menyampaikan pendapat.

Pun sama, elektabilitas pasangan yang digadang-gadang akan mendampingi Puan di 2024 juga terus mengalami penurunan. Dalam beberapa hasil survei terbaru, elektabilitas Prabowo terus menunjukkan tren negatif. Elektabilitas Prabowo yang pasca Pilpres 2019 berada di posisi satu, perlahan namun pasti disalip oleh nama-nama baru.

Ragukan Puan, PDIP “Goyang”?

Beberapa waktu lalu, muncul dorongan agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini maju di Pilgub DKI Jakarta menantang Anies Baswedan. Dorongan itu tidak di iya-kan secara langsung dan tidak juga ditolak mentah oleh Risma. Orang nomor satu Surabaya ini secara normatif lebih menyerahkan kepada Tuhan perihal karir politiknya ke depan.

“Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan,” ungkap Risma, pada Januari 2020 lalu.

Kendati pernyataan Risma sumir, banyak pendapat yang mengatakan gaya ini mirip cara Jokowi meladeni pertanyaan awak media ketika digadang-gadang akan menjadi penguasa Ibu Kota dan penguasa negeri.

Selain nama Risma, belakangan lembaga survei juga mengangkat nama kader PDIP yang juga menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres potensial di 2024, meskipun selaku Gubernur, Ganjar masih disibukkan dengan permasalahan kemiskinan di Jawa Tengah yang belum tuntas dan terus meningkat.

Diketahui, hampir setengah kabupaten/kota di Jawa Tengah masuk kategori miskin. Selain itu, Jawa Tengah juga menempati peringkat ketiga nasional dalam pertumbuhan jumlah penduduk miskin per Maret 2020. Jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada Maret 2020 mencapai 3,98 juta jiwa, naik di banding September 2019 yang mencapai 3,68 juta jiwa.

Meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan Ganjar di Jawa Tengah, sejumlah kelompok, personal, maupun “buzzer” yang selama ini diduga terafiliasi mendukung Jokowi terlihat mengarahkan dukungan pada Ganjar. Apakah ini pertanda Ganjar mendapatkan dukungan Jokowi yang notabene juga warga Jawa Tengah?

Terlepas dari berbagai analisa yang berseliweran, munculnya nama-nama tokoh PDIP selain Puan mengindikasikan PDIP saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terkesan ada upaya meruntuhkan dominasi trah Soekarno di PDIP yang dipegang Mega selama 21 tahun. Akankah Puan “mantap” menjadi calon satu-satunya dari PDIP? Atau, tragedi “penyaliban” Mega oleh Jokowi di Pilpres 2009 akan menjadi the djavu dan menimpa trah Soekarno berikutnya (Puan)? Menarik untuk disimak kelanjutannya!

Anwar Safari Lubis, Pegiat Masyarakat Sadar Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here