Soal Pidato AHY, Hasto dan Herzaky Beda Pandangan

0
Pengamat: AHY Politikus Sejati

PolitikToday – Rencana koalisi PDI-P dengan Demokrat yang sempat berhembus kini semakin jauh panggang dari api. Koalisi dua partai besar itu bahkan diyakini Sekjend PDI-P Hasto Kristiyano akan sulit terwujud karena terlalu banyak perbedaan diantara keduanya. Hasto menyebutkan, semestinya kerjasama di Pilkada 2018 sejalan dengan pembentukan koalisi di Pilpres 2019.

“Kalau kami lihat tentu saja dalam pemilukada serentak ini kami juga melihat ada berbagai perbedaan-perbedaan itu di Jawa Timur, kemudian di Sumatera Utara. Nah, tentu saja pilkada ini senafas dengan pileg dan pilpres,” ucapnya.

Ia menyebutkan, akhir akhir ini, terdapat perbedaan yang cukup tajam diantara kedua kubu yang bisa saja berujung pada tidak kondunsifnya suasana.

“Ketika di dalam Pilkada juga ada perbedaan-perbedaan yang tajam, tentu saja ini juga kurang kondusif untuk membangun kerja sama ke depan,” lanjut Hasto.

Baca juga  Arief Poyuono Nilai TKN Petahana Lucu

Ia juga menuding pidato Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimuri Yudhoyono terhadap jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak objektif karena tidak didasari konteks yang sesuai.

Disisi lain, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Manilka Research and Consulting, Herzaky Mahendra Putra menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menunjukkan kematangannya sebagai politikus sejati.

Menurut Herzaky, AHY telah memberikan pandangan serta kritik objektif bagi pemerintah.

“Beliau berusaha objektif, kalau Pemerintah berhasil menjalankan kebijakan yang baik bagi rakyat, maka harus diapresiasi, tapi kita tidak bisa mendiamkan kekurangan dari kebijakan Pemerintah, harus kita kritisi, itulah politikus sejati, yang berjuang demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Zaki menegaskan bahwa pidato AHY yang sepanjang 43 menit itu menitikberatkan pada fokus bangsa menyelesaikan problem aktual yang dihadapi negara.

Baca juga  Ditegur KPU, Ma’ruf Amin Bantah Kampanye di Pesantren

Oleh karena itu menurutnya pantas AHY mengusung judul “Dengarkan Suara Rakyat” pada pidato politiknya tersebut.

“Mas Agus tadi fokus membahas bahwa Indonesia bukan hanya pemerintah, parlemen, dan tidak melulu membahas Pilpres, tapi ada suara rakyat yang perlu didengarkan, banyak suara rakyat yang belum diekspos, kalau masalah koalisi adalah suatu keniscayaan, pasti terjadi,” imbuhnya.

(gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here