Tak Terima Berita ‘Ongkang-ongkang Kaki’, Massa PDIP Amuk Kantor Radar Bogor

0
Tak Terima Berita ‘Ongkang-ongkang Kaki’, Massa PDIP Amuk Kantor Radar Bogor

PolitikToday – Sekitar seratusan massa yang menyatakan diri sebagai kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatangi kantor media Radar Bogor pada Rabu (30/5). Massa yang marah juga memukul staf Radar Bogor yang berlokasi di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Peristiwa amuk massa PDIP tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka berang karena pemberitaan yang diterbitkan Radar Bogor pada pagi harinya dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta”.

Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja menceritakan kedatangan kader PDIP tersebut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Mereka datang dengan marah-marah, membentak, mengejar staf kami yang ada di depan, dan merusak dengan sengaja properti kami,” kata Tegar.

Baca juga  Biaya Operasional Rp 30 Miliar Per Tahun, 22 Alat Deteksi Tsunami Tak Berfungsi Satu Pun

Tegar menyangkan aksi anarkis kader PDIP yang merusak property kantor berita tersebut dilakukan malah pada saat bulan Ramadhan. Menurutnya hal itu justru menunjukkan sikap partai yang buruk.

“Mereka merusak properti kami, meja rapat hancur, kursi dibanting-banting, saya enggak tahu maksudnya itu apa. Bulan ramadan enggak bisa menahan emosi,” katanya.

Pihak PDIP keberatan dengan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut. Koran itu menuliskan “Gaji Para Petinggi Negeri (per bulan)”, salah satunya Megawati Soekarnoputri yang mendapat Rp112.548.000 dari jabatan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selain itu, kader PDIP juga meminta redaksi Radar Bogor memberitakan bahwa Megawati belum dan tidak mau mengambil penghasilan tersebut. Hal itu untuk menegaskan bahwa fasilitas yang diberikan negara tak lantas membuat Megawati menjadi tampak serakah.

Baca juga  Arief Poyuono Curigai Lembaga Survey Tidak Netral

Dia menegaskan koreksi yang dibuat Radar Bogor bukan sebuah pengumuman permintaan maaf. Sebab menurutnya pihak yang berwenang menjelaskan berita itu salah atau benar adalah Dewan Pers. Pihaknya pun siap jika kasus ini dibawa ke Dewan Pers.

“Jadi untuk apa kami minta maaf atas sesuatu yang tidak kami lakukan. Saya juga sudah mendorong untuk ke Dewan Pers, tapi entah (PDIP) akan menempuh jalur itu atau tidak,” ujarnya.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here